“Ini harus dilestarikan dan penanaman ini harus digalakkan oleh semua kalangan. Hutan mangrove kita sudah rusak parah, tingga 25 persen saja yang kondisi masih baik,”ujar Menhut Zulkifli.

Untuk itu, Ia mengajak masyarakat tidak memanfaatkan kawasan mangrove untuk tambak ikan dan hasil budidaya laut lainnya, karena produksi tambak pasca penebang hutan mangrove hanya bisa bertahan selama 10 tahun. Setelah itu, tidak produktif. Sehingga banyak tambak milik masyarakat yang terlantar.

Selain itu, kegunaan hutan bakau sangat bagus untuk berkembang biaknya biota laut, termasuk ikan. Mangrove juga mampu mengubah kondisi air laut yang terkena limbah menjadi bersih. “Kalau hutan mangrove ditebang untuk tambang, produktifitas tambak itu hanya 10 tahun saja. Banyak manfaat mangrove, sala satunya penahan abrasi dan angin kencang,”tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pertamina Foundation Rina Pramono mengatakan, pertamina akan melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon termasuk mangrove 100 juta pohon dalam waktu 5 tahun kedepan. Kegiatan ini sudah dilakukan awal Desember 2011 lalu.

“Pertamina, sudah konsen dalam lingkungan hidup 10 tahun, 100 ribuan mangrove di kota Balikpapan sudah ditanam, akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Kita juga telah membuat Sekolah Sobat Bumi Champion di 8 provinsi yang peduli pada keberlangsungan lingkungan,”tuturnya.