SPBU yang satu ini terbilang pintar dalam menseleksi pengisian BBM seluruh mobil mobil. SPBU ini mampu mendeteksi nomor polisi, besaran pengisian BBM, lokasi termasuk jangka waktunya secara tepat untuk dilaporkan pada Pertamina.

“Bila ada kendaraan yang bolak balik mengisi BBM, secara otomatis alarm kami akan mampu mendeteksi,” ujarnya.

Hanung mengatakan hasil laporan SPBU IT ini bisa menjadi bukti terjadinya praktek penimbunan BBM oleh masyarakat untuk kepentingan pribadi. Aparat penegak hukum dapat memanfaatkannya dalam upaya pemberantasan praktek penimbunan BBM di masyarakat.

“Pertamina bisa langsung melaporkan atau aparat yang meminta laporannya pada kami,” tegasnya.

Sementara ini, SPBU IT baru akan di uji coba di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Dua provinsi ini selalu rawan adanya praktek penimbunan BBM yang berdampak kelangkaan keberadaanya di Kalimantan.

“Dua lokasi ini selalu ribu soal kelangkaan BBM. Sehingga akan di uji coba usai lebaran nanti,” tuturnya.

Pertamina menargetkan perangkat SPBU IT secara bertahap akan dipergunakan seluruh SPBU di Indonesia. Pertamina memiliki sebanyak 4.850 SPBU yang lokasinya tersebar dari Sabang sampai Merauke.

“Akhir tahun 2014 semoga sudah terpasang semua di SPBU Pertamina,” tegasnya.

PT Pertamina Unit Pemasaran VI Balikpapan mensurvey sebanyak 75 persen perusahaan tambang dan perkebunan di Kalimantan mengkonsumsi solar subsidi. Ini merupakan hasil survey Pertamina di 13 SPBU di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

“Hampir 75 persen konsumsinya dari kendaraan perusahaan tambang,” kata Humas Pertamina UPms Balikpapan, Bambang Irianto.

Bambang mengatakan hasil survey menyebutkan kendaraan kendaraan pertambangan dan perkebunan hilir mudik setiap harinya membeli solar di lokasi SPBU yang sama. Bahkan dalam sehari, rata rata kendaraan ini melakukan tujuh kali pengisian solar.

Dalam upaya mengelabui petugas, lanjut Bambang, kendaraan tambang dan perkebunan terkadang memanipulasi nomor polisinya menggunakan milik kendaraan lain. Nomor polisi yang sama dengan kendaraan berbeda.

Pertamina, kata Bambang melakukan survey menggandeng personil Kodam Mulawarman berseragam lengkap yang mendata arus kendaraan pengisis BBM. Para tentara ini secara teliti mencatat identitas kendaraan bermotor roda empat yang sedang melakukan pengisian solar.

“Kami sengaja mempergunakan tenaga tentara, karena orang sipil sangat berat resikonya. Pernah ada kejadian pembacokan disebabkan persoalan serupa,” ungkapnya.

Survey Pertamina dilaksanakan di kota Samarinda, Tenggarong, Penajam, Paser dan Kota Baru Banjarmasin. Kota kota ini mengimplementasikan daerah daerah lokasi perusahaan pertambangan dan perkebunan di Kalimantan.

Hasil survey Pertamina ini sudah dilaporkan pada masing masing kepala daerah. Pertamina juga membawa hasil survey ini pada pemerintah pusat jelang pemberlakuan aturan larangan konsumsi solar subsidi untuk perusahaan pertambangan dan perkebunan.

Penambahan kuota BBM Kalimantan Timur terjadi 2011 lalu dimana premium dijatah 542.434 liter dan solar 238.679 liter per tahun. Sehingga artinya, kuota premium naik 15 persen demikian pula solar naik 38 persen.

Namun khusus kuota 2012 ini, Pertamina Balikpapan mengumumkan jatah sementara untuk Kalimantan Timur dengan premium 489.685 kilo liter dan solar 289.657 kilo liter. Hanya kuota solar yang naik 21 persen sebaliknya premium malah turun 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Situasi yang hampir sama terjadi di Kalimantan Selatan yang memegang kuota premium 369.103 kilo liter dan solar 167.890 kilo liter pada 2011 lalu. Tahun 2012 ini, Kalimantan Selatan memperoleh kuota premium 438.834 kilo liter dan solar 252.789 kilo liter.