sangasangaBalikpapan –

PT Pertamina EP Sangasanga menyiapkan dana investasi sebesar 40 hingga 48 juta US dolar dalam ekploitasi 16 sumur tua di area blok Senipah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Sumur sumur ini dianggap masih memiliki nilai ekonomis dalam memproduksi minyak gas area Sangasanga yang dulunya diambil alih dari PT Medco Energy.

“Masing masing sumur investasinya adalah sekitar 2,5 hingga 3 juta US dolar. Kami akan membuka 16 sumur baru di kawasan Sangasanga,” kata Field Manager PT Pertamina EP Sangasanga, Ali Rochmad, Jumat (21/12).

Eksploitasi sumur sumur tua membutuhkan teknologi tinggi yang menelan anggaran besar. Tenaga kerja yang trampil juga menjadi salah satu factor dominan dalam kesuksesan industry minyak gas.

“Teknologi tinggi sesuatu yang mutlak. Kalau tenaga kerja kami cukup handal dalam menangani kondisi di sini,” ungkapnya.

Eksploitasi sumur tua pada tahun 2013 nanti, Ali optimis mampu mendongkrak produksi hingga 15 ribu barrel of oil per day (BOPD) secara berkelanjutan pada 2016 mendatang. Produksi minyak mentah lapangan Sangasanga meningkat signifikan sejak 2008 (3.900 BOPD), 2009 (4.704 BOPD), 2010 (4.911 BOPD), 2011 (7.001 BOPD) dan 2012 (7.300 BOPD).

Ali mengatakan kenaikan produksinya minyak mentah ini berkat kerja keras tim Pertamina Sangasanga dalam mereaktivasi seribu sumur tua yang usianya diatas 100 tahun. Sebelumnya, lapangan Sangasanga dikelola perusahaan minyak gas Belanda (NIIHM), BPM, Jepang, BPM, Shell, Permina, Pertamina, Tipco-Tesoro, PTEN-Medco dan terakhir Pertamina EP.

“Kami berhasil menghidupkan 30 persen sumur tua di lapangan Sangasanga. 17 sumur tua sudah berhasil berproduksi pada tahun 2012 ini,” ungkapnya.

Namun demikian, Ali tidak memungkiri sejumlah sumur sumur yang sulit untuk dihidupkan kembali. Seperti terkendala lokasinya yang berada di pemukiman penduduk ataupun mata sumur yang tertutup batu.