NewsBalikpapan –

PT Pertamina Hulu Mahakam mulai melakukan aktifitas pengeboran sumur baru di lapangan Tunu Blok Mahakam.  Blok kaya migas ini sedang masa transisi operator sebelumnya Total E&P Indonesie (TEPI) pada anak usaha Pertamina.

“Sudah dilakukan tajak (spud) pengeboran sumur pertama di lapangan Tunu dalam Wilayah Kerja Mahakam,” kata Humas Pertamina Refenery Unit Kalimantan, Alicia Irzanova, Rabu (8/8).

Alicia mengatakan, pengeboran sumur memiliki kedalaman 1.078 meter tipe arsitektur komplesi sumur SAT (shallow architecture tubingless).  Investasi pengeboran sumur pertama dinamai TN-N74 dan TN-N75 sepenuhnya mempergunakan dana Pertamina Hulu Mahakam.

“Pelaksanaan pengebora dimulai tanggal 16 Juli lalu denga pengerjaan selama 13 hari,” paparnya.

Alicia menyebutkan, komitmen Pertamina dalam mengelola Blok Mahakam sesuai keputusan pemerintah. Perusahaan plat merah ini resmi menjadi operator wilayah kerja Mahakam pada tanggal 1 Januari 2018 mendatang.

“Setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan TEPI,” ungkapnya.

Pertamina berupaya menjaga produksi minyak dan gas bumi Blok Mahakam lewat pengeboran Lapangan Tunu, Tambora dan Handil.  Pertamina sudah menandatangani kontrak bagi hasil dengan SKK Migas.

“Pertamina berhak untuk melakukan pembiayaan atas kegiatan operasi minyak dan gas bumi yang diperlukan hingga berahirnya kontrak TEPI,” tuturnya.

Sebelumnya, bulan Februari lalu, President & General Manager TEPI, Arividya Noviyanto mengaku akan koporatif selama proses transisi perpindahan ke manajemen Pertamina Hulu Mahakam. Perusahaan migas asal Perancis ini melaporkan seluruh progres eksploitasi hingga pengadaan barang dan jasa Blok Mahakam 2017 ini pada Pertamina.

Mereka juga mendukung rencana Pertamina mengebor 19 titik sumur baru Blok Mahakam.

“Kami akan siap membantu Pertamina dalam proyek ini, keputusan final ada ditangan Pertamina,” ujar Novi.

TEPI hingga kini masih mengalokasikan dana investasi sebesar US$ 280 juta tahun 2017 ini.

Anggaran ini dipergunakan dalam proses pengeboran 6,5 sumur minyak hingga perawatan 9 ribu sumur Blok Mahakam.

Blok Mahakam di Kabupaten Kutai Kartanegara akan habis masa kontrak pengelolannya di penghujung 2017 mendatang. TEPI merupakan menjadi operator pemerintah Indonesia selama 50 tahun ini. Pengelolaan Blok Mahakam merupakan kerjasama dua perusahaan dunia yakni Total dan Inpex Ltd.

Saat ini, Blok Mahakam berproduksi sebesar 1,64 BCFD gas dan 64 ribu BOD likuid (minyak dan kondesat). Pencapaian ini menjadi target dibebankan Blok Mahakam oleh pihak SKK Migas.

Selama tahun 2017 ini, TEPI memproyeksikan produksi Blok Mahakam di kisaran 1,43 BCFD gas dan 53 ribu BOD likuid. Penurunan produksi terjadi akibat sejumlah lapangan tua Blok Mahakam.