Tinjau kilang Pertamina BalikpapanNewsBalikpapan –

PT Pertamina (Persero) segera merealisasikan agenda upgrade kilang pengolahan minyak di Balikpapan Kalimantan Timur. Kilang kilang minyak Balikpapan akan ditingkatkan kemampuan pengolahan minyak mentah menjadi 360 ribu barrel per hari dari sebelumnya 260 ribu barrel per hari.

“Koordinasi terus kami lakukan pada instasi dan dinas terkait yang memiliki asset di lahan Pertamina yang terdampak Refinery Development  Master Plan kilang minyak Balikpapan,” kata Kepala Humas Pertamina Balikpapan, Dian Hapsari Farasati, Selasa (2/2).

Manager Umum Pertamina Unit Pengolahan Balikpapan, Eman Salman Arief  beserta jajaran saat ini sedang memaparkan rencana upgrade kilang minyak ini pada Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendy. Mereka menyampaikan tingginya permintaan BBM tidak berbanding lurus dengan produksi pengolahan minyak mentah yang ada di Balikpapan.

Dian mengatakan Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No 3 Tahun 2016 soal percepatan proyek strategis nasional. Pembangunan kilang minyak Balikpapan menjadi salah satu prioritas utama yang diagendakan tuntas pada 2019 mendatang.

Peningkatan kapasitas kilang minyak Balikpapan, kata Dian dilaksanakan secara mandiri oleh Pertamina. Menurutnya, Pertamina akan mengoptimalkan sumber daya yang ada termasuk diantaranya mengorbankan 60 hingga 80 hektare area perumahan untuk perluasan kilang.

Momentum dalam meningkatkan ketahanan nasional dalam bidang energi, selain itu pembangunan ini akan menciptakan dampak ekonomi kedepan,” ujarnya.

Pertamina sempat mengungkapkan rencana peningkatan kemampuan empat kilang minyak berlokasi di Balikpapan, Cilacap, Dumai dan Balongan dengan nilai investasi US$ 25 miliar atau sekitar Rp 333,8 triliun.  Peningkatan kemampuan unit pengolahan ini bertujuan agar semua kilang tersebut mampu mengolah  1,6 juta barrel crude oil per hari untuk  memenuhi konsumsi masyarakat.

Kilang minyak Balikpapan adalah  yang dipastikan akan ditingkatkan kemampuan olahnya menjadi 360 ribu barrel dari sebelumnya hanya 260 ribu barrel. Pertamina disebut sebut menggandeng JX Nippon Oil and Energy dengan share kepemilikan saham 30 – 70 untuk pemerintah Indonesia.

Proses upgrade ini nantinya akan mengorbankan komplek perumahan Pertamina di Jalan Parikesit hingga seluruh perkantoran di wilayah kilang Balikpapan. Pertamina akan membangun kantor utama 8 lantai yang bersebelahan dengan Hotel Blue Sky Balikpapan.

 

Kilang-kilang ini nantinya akan mampu mengolah seluruh jenis eksploitasi crude oil berbagai negara dunia. Kilang  Balikpapan nantinya mayoritas akan mengolah minyak  impor dari negara  lain. Kalau sekarang ini persentasenya  40 persen impor dan 60 persen domestic.