Tim Satgas BBM BalikpapanNewsBalikpapan –

PT Pertamina Unit Pemasaran Balikpapan memastikan pasokan gas di Kalimantan Timur normal seperti biasa. Pertamina membantah adanya pengurangan pasokan gas seperti disampaikan agen gas di Balikpapan PT Kinabalu Jaya Raya.

“Pasokan normal seperti biasa, bahkan di Kinabalu sendiri yang beli gas ukuran 3 kilogram hanya 5 orang saja,” kata Humas PT Pertamina Pemasaran Balikpapan, Rudy Biantoro, Sabtu (4/1).

Rudy mengatakan Kinibalu memang terus meminta tambahan kuota pasokan gas tabung ukuran 3 kilogram dari Pertamina. Menurutnya permintaan ini sulit dipenuhi mengingat tabung gas ukuran 3 kilogram sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Kinibalu kan swasta, sehingga dia minta tambah terus. Kami yang tidak bisa memenuhi mengingat gas ukuran 3 kilogram sudah memperoleh subsidi dari pemerintah. Tidak bisa sembarangan ditambah kuotanya,” paparnya.

Sebulan ini, Rudy mengaku terus memantau permintaan pasar Balikpapan akan gas ukuran 3 kilogram. Pertamina Balikpapan siap melaksanakan operasi pasar saat dirasakan ada peningkatan permintaan maupun antrian masyarakat.

“Bila ada antrian, kami siap melaksanakan operasi pasar di Balikpapan,” tegasnya.

Pertamina Balikpapan sudah menaikan harga gas ukuran 12 kilogram menjadi Rp 126.600 ke agen agen. Harga gas ukuran 3 kilogram belum ada penyesuaian dari pemerintah.

“Memang harga gas ukuran 12 kilogram naik menjadi Rp 126.600 di Balikpapan. Tentunya harga di masyarakat akan lebih tinggi sesuai biaya jasa ditetapkan agen,” ujar Rudy.

Pertamina Balikpapan juga sudah membentuk Satgas BBM yang memantau penerapan kebijakan kenaikan harga gas ukuran 12 kilogram di pasaran. Tim ini akan mengetahui saat terjadi kelangkaan pasokannya di pasaran.

PT Kinibalu Jaya Raya sempat mengklaim adanya pengurangan pasokan gas ukuran 3 kilogram dari Pertamina. Jumlah pasokan menurun separoh dari biasanya 2.240 menjadi 1.120 tabung gas ukuran 3 kilogram.

“Sudah dikurangi sejak tiga bulan terakhir ini,” kata Manager PT Kinibalu Jaya Raya, Syahrul.