Mobile oil service PertaminaNewsBalikpapan –

PT Pertamina Unit Pemasaran VI Balikpapan meluncurkan beroperasinya mobile oil service bagi pelanggan di wilayahnya. Pengoperasian layanan antar jas pelumas diharapkan mampu mendongkrak kualitas layanan penjualan produk Pertamina pada berbagai sector industry Kalimantan.

“Kami setidaknya sudah menjalin 15 perusahaan pengisian pelumas di Kalimantan,” kata Manager Umum PT Pertamina Unit Pemasaran Balikpapan, M Irvan, Jumat (29/1).

Irvan mengatakan market share produk produk Pertamina termasuk diantaranya pelumas telah mendominasi pangsa pasar industry Kalimantan hingga 60 persen. Masyarakat sudah percaya pada kualitas seluruh produk Pertamina yang telah memperoleh sertifikasi dunia internasional.

“Kami punya banyak keunggulan, selain kualitas tinggi juga adanya kepastian pasokan dengan jual yang bersaiang,” paparnya.

Pertamina juga menjual produk pelumas disenergikan dengan produk lainnya seperti penjualan BBM hingga gas. Pelanggan yang loyal mempergunakan produk Pertamina akan mendapatkan bonus produk lainnya dengan kuantitas tertentu.

Sehubungan itu, Irvan optimis peningkatan market share seluruh produknya di Kalimantan hingga 80 persen menyusul peluncuran mobile oil service ini. Pertamina rencananya menyiapkan puluhan mobil tangki guna melayani pengiriman minyak pelumas ke seluruh pelanggan di Kalimatan.

“Pelumas terbukti sudah memberikan profit lumayan bagi Pertamina. Kami optimis mampu meraih target profit sebesar 4 miliar US dolar sudah ditentukan pemerintah,” ujarnya.

Region Sales Manager Kalimantan, Abdul Hafid Rasyid menambahkan penjualan minyak pelumas di Kalimantan mencapai 60 ribu kilo liter pencapaian 2015 lalu. Mayoritas pelanggannya adalah perusahaan perusahaan pertambangan di Kalimantan hingga mencapai 70 hingga 80 persen.

“Sisanya adalah power plan, perkebunan dan industry otomotif,” ungkapnya.

Lesunya industry pertambangan saat ini, menurut Hafid otomatif berdampak langsung terhadap penjualan produk pelumasnya di pasaran. Pertamina Balikpapan sudah merevisi penjualan minyak pelumasnya mencapai 55 ribu kilo liter per tahun.

“Kami masih optimis, tapi juga realistis mengingat kondisi saat ini. Karena perusahaan pertambangan yang dulu jadi pelanggan kami diantaranya sudah tidak ada lagi,” tuturnya.

Hafid berinisiatif pengembangan sector sector lain di luar pertambangan guna mendongkrak penjualan minyak pelumas di Kalimantan. Dia menyebutkan tingginya potensi industry power plan, perkebunan maupun otomotif dalam menunjang penjualan minyak pelumas di Kalimantan.