Tim tuan rumah bermain agresif. Hampir 2×45 menit nyaris menekan pertahanan tim Beruang Madu. Tapi hasilnya tetap saja Ahmad Bustomi dan Arif Suyono serta Ulham Zamrun tak bisa mencetak gol.

Hingga akhir pertandingan skor tak berubah, skor kacamata alias 0-0. Dengan hasil ini Mitra Kukar harus rela berbagi satu poin dengan tim tamu. Pelatih Persiba Hans Peter Schaller kecewa dengan permainan timnya kali ini yang cenderung bertahan.

Ia mengaku, selama memimpin pertandingan lebih senang menyerang. Ia beralasan bermain bertahan karena sering kehilangan bola dibarisan tengah dan depan. “Kita banyak kehilangan bola, jadi under presure. Saya tak senang permainan kali ini tapi senang dengan hasilnya,” kata Hans Peter.

Menurut dia, permainan anak asunya sering dirugikan dengan keputusan wasit yang sering memberi tendangan bebas. “Saya tak menyalahkan wasit, karena wasit selalu benar. Menurut saya ini sepakbola, olahraga laki-laki jangan hanya disenggol jatuh dan pelanggaran,” ujar dia.

Meski demikian ia mengaku beruntung karena pemain belakang Persiba berhasil menghalau tendangan bebas. “Jangan lupa harus mengganti tiga pemain, kita agak kehilangan, Aldo Bareto, Sultan Samma dan Supriyadi.

Pelatih Mitra Kukar Steffan Hansson tak mengelak timnya gagal meraih poin penuh karena bermasalah dengan sentuhan akhir. Menurut dia, selain hari ini bukti lain adalah laga sebelumnya. Dimana empat gol kemenangan Mitra Kukar dicetak oleh pemain tengah dan pemain belakang. “Kita punya delapan kali pertemuan, tujuh diantaranya saya sudah latih finishing,” kata Steffan Hansson. tempo