Official tim ‘Beruang Madu’ terpaksa melarikan Iqbal Samad ke rumah sakit di Samarinda dengan kondisi luka bakar hingga berlubang betisnya. Petasan roket menghantam kaki pemain ini yang sedang beristirahat usai menjalani pertandingan Persisam – Persiba.

Jamal sangat menyesalkan insiden ini yang kemudian berakibat buruk terhadap salah satu pemainnya ini. Iqbal Samad termasuk pemain yang kerap menjadi pilihan utama pelatih sejak era Peter Buttler hingga Hans Peter Schaller.

Disamping itu, Jamal menyatakan semestinya seluruh pihak mampu menahan diri dalam menjunjung tinggi sprotifitas dalam permainan. Menurutnya kemenangan dan kekalahan adalah sesuatu biasa dalam suatu pertandingan.

“Hanya orang yang tidak mau dewasa yang tidak pernah bisa menerima kekalahan,” sesalnya.

Peristiwa naas yang menimpa Iqbal Samad terjadi setelah beberapa menit pertandingan derby tim Kalimantan yang berkesudahan 0 – 1 untuk kemenangan Persiba itu usai.

Penonton yang kecewa atas kekalahan tim Persisam belum beranjak dari kursi tempat duduk dan tetap menyalakan kembang api dan petasan di arena pertandingan. Iqbal Samad yang saat itu berada di tengah lapangan bersama timnya untuk merayakan kemenangan sekaligus menunggu reda aksi suporter tiba-tiba terkapar dan mengerang kesakitan karena terkena petasan suporter.

Iqbal nampak memegangi betis kanannya yang masih menancap kawat petasan jenis roket yang masih menyala, dan akibat dari kejadian itu betis kanan Iqbal terbakar hingga berlubang beberapa cm.

Karena tim medis di tempat kejadian tidak bisa mengatasi akhirnya Iqbal dilarikan ke rumah sakit terdekat, dan berdasarkan informasi Iqbal harus menjalani operasi untuk membersihan serpihan sisa petasan.

Pelatih Persiba Hans Peterschaller sempat bereaksi keras atas musibah yang menimpa pemainnya. Hans sempat mengatakan pendukung tim tuan rumah terlalu berlebihan dalam memberikan simpati kepada timnya pada laga derby yang disaksikan 18 ribu penonton tersebut.