Direktur teknis Persiba, Hans Peter Schaller sepertinya bergeming dengan derby tersebut. Meski diakuinya di mana pun derby akan selalu menjadi bumbu pemanas jalannya pertandingan baik di pemain kedua tim maupun masing-masing supporter.

“Hanya saja di mana pun derby itu terjadi. Itu juga tak akan merubah kemenangan menjadi 4 poin tapi tetap tiga poin. Termasuk pula derby Persiba menghadapi Persisam nanti,” ucap Peter Schaller.

Apa yang diungkapkan Schaller tersebut jangan dikonotasikan timnya meremehkan tuan rumah Persisam. Tapi sebaliknya Schaller mengaku sangat respek dengan tim tuan rumah.

“Derby sudah pasti membuat kami sangat termotivasi, dan bahkan motivasi kami bisa dibilang berlipat. Sekarang kami dalam kondisi  full team, selain itu kemenangan Persiba di putaran pertama sudah pasti menjadi misi tersendiri untuk bisa dipertahankan. Saya pikir pertandingan akan sangat menarik,” jelasnya.

Disingung mengenai psywar kubu tuan rumah yang kerap meneror tim Persiba saat pertandingan. Secara profesional Peter Schaller menegaskan jika teror supporter tentunya akan bisa disikapi dengan baik selama tak merugikan timnya.

“Yang penting mental pemain kami bagus, saya pikir teror itu sudah biasa selama masih menjunjung  fair play. Siapapun harus bisa terima apa pun hasil akhir dari pertandingan derby nanti ,” terang Schaller.
Kapten tim Persiba, Aldo Barreto juga mengaku optimis timnya dapat meraih hasil maksimal  sekalipun derby kali ini timnya bertindak sebagai tamu.

“Kami senang sekarang lebih komplit, melawan Persisam yang penting kami harus bisa bermain sabar dan disiplin. Saya juga sudah bicara dengan teman-teman untuk tidak terprovokasi,” tegas Aldo.

Tuan rumah Persisam sendiri tak bisa tampil full team setelah M Roby menerima akumulasi kartu. Selain itu  Kim Dong Chan dan Eka Ramdhani juga baru pulih dari cedera.

“Kami sanga menanti deby ini. Tentunya ini merupakan laga yang sangat kami nanti untuk memberi kemenangan kepada semua pendukung,” tandas Misha Radovic. (goal)