Selain menggunakan sisa anggaran musim sebelumnya, Irfan mengungkapkan, Persiba juga menggalang dana melalui sponsorship. “Sisa anggaran itu, ditambah dengan dana dari sponsor,” terang Irfan tanpa menyebut pihak sponsor.

Menurutnya, biaya terbesar yang dikeluarkan managemen untuk membiayai Persiba dalam satu musim adalah untuk gaji pemain dan pelatih termasuk biaya untuk melakukan pertandingan tandang.

“Sebenarnya kalau hanya memanfaatkan pemain-pemain muda dan pemain lokal, biayanya tidak terlalu besar, dengan gaji yang haya berkisar 50 juta hingga 100 juta, mungkin hanya butuh 7 miliar dalam satu musim,” tukasnya.

Seperti diketahui tahun 2011 lalu, Persiba Balikpapan mendapat dana sebesar Rp17 miliar untuk satu musim dari APBD Kota Balikpapan. Pada tahun2010, tim Beruang Madu memperoleh alokasi anggaran hingga Rp 24 miliar.

Dana ini belum termasuk pengajuan anggaran tambahan Persiba sebesar Rp 7 miliar pada kas belanja perubahan Balikpapan. Pengajuan anggaran tambahan ini sedang dalam pembahasan pantia anggaran DPRD Balikpapan.

Sedangkan di tahun 2009 dan 2008 lalu, tim kebanggan masyarakat Balikpapan ini juga memperoleh dana hibah yang nilainya berkisar Rp 18 miliar.