Surplus Daya, PLN Kaltimra Bidik Perusahaan Kakap
28 February 2018
Pertahankan Nilai HSE, PHM Kucurkan Dana 1,4 Juta US Dolar
2 March 2018

Persebaya, Sriwijaya Lolos, Pelatih Madura Mundur

NewsBalikpapan –

Turnamen Piala Gubernur Kaltim hadir penuh dengan kejutan. Tim promosi Liga 2 Indonesia, Persebaya Surabaya menjadi pemuncak Grup B setelah bermain mengesankan menggasak Sriwijaya FC skor 2 – 0 lewat kaki Fandi Eko Utomo menit 45 dan Osvaldo Haay menit 62.

Tim ‘Green Force’ menorehkan 8 poin dari koleksi dua kali kemenangan lawan Sriwijaya dan Persiba Balikpapan serta ditambah keunggulan adu penalti atas Madura United. Perolehan Persebaya tidak mampu disaingi rival utamanya yang kali ini menyerah kalah, Sriwijaya yang hanya mengumpulkan 6 poin dari dua kemenangan.

Anak anak Surabaya memang bermain percaya diri dengan menguasai secara penuh jalannya pertandingan. Meski begitu, keunggulan Persebaya tercipta di penghujung turun minum memanfaatkan kelengahan lini belakang yang terlambat mengantisipasi pergerakan Fandi Eko Utomo yang menyambar umpan terukur Ricky Kayame.

Memasuki babak kedua, pendukung ‘Laskar Wong Kito’ berusaha mengimbangi permainan lawannya dengan menurunkan sejumlah pemain senior, Patrich Wanggai.  Pemain Papua ini memang beberapa kali menyulitkan penjaga gawang Persebaya yang dijaga, Dimas Galih.

Perlawanan Sriwijaya akhirnya benar benar terhenti sesaat Osvaldo memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Gawang Sandi Firmansyah robek untuk kali kedua.

Meski begitu, pertandingan membawa keduanya menuju babak selanjutnya di turnamen Piala Gubernur Kaltim. Persebaya bertemu musuh bebunyutan, Arema Malang yang menjadi runner up Grup A.

Adapun Sriwijaya sudah dinanti juara Grup A sekaligus tuan rumah Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda. Pertandingan ini dipastikan akan berat mengingat publik Samarinda mendukung penuh tim Borneo FC.

Pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera menyatakan, timnya layak memenangi pertandingan setelah menguasai permainan lawan Sriwijaya. Sejak awal hingga akhir, menurutnya, pemain Persebaya mengurung penuh garis pertahanan Sriwijaya.

Kalaupun akhirnya lawan Arema, Angel menilai bukanlah menjadi suatu kekhawatiran melawan tim yang sejak dulu pendukungnya saling benci. Persebaya bahkan belum menentukan komposisi pemain khusus membendung Arema yang banyak dihuni pemain berbakat.

“Nanti kami tentukan komposisi pemain terbaik lawan arema malang. Pertandingan nanti bagus bagi supoter Surabaya dan Malang, tapi bagi semua tim adalah sama,” ujarnya.

Pelatih Sriwijaya, Rahmad Darmawan juga mengakui tim lawan lebih bagus permainannya dibandingkan anak anak Palembang. Bukan perkara mudah mengejar ketertinggal dua gol beruntun melawan tim sekelas Persebaya.

“Kami juga berusaha mengejar, tapi kita kebobolan dua gol, mereka layak menang,” paparnya.

Kini, Sriwijaya berusaha melupakan kekalahan dengan menatap pertandingan selanjutnya lawan Borneo FC. Meski akan berat, Rahmad memastikan melawan Borneo FC akan menjadi pembelajaran berharga bagi timnya.

“Lawan tim Liga 1 dengan dukungan suporter tuan rumah, akan bagus bagi kami. Apalagi tujuan utama kami disini adalah mempersiapkan tim menuju kompetisi Liga 1 Indonesia,” tuturnya.

Bila Persebaya dan Sriwijaya optimis menatap tim – lain halnya dengan Madura United. Tim bertabur bintang ini compang camping prestasi di turnamen Piala Gubernur Kaltim.

Mereka menjadi juru kunci Grup B setelah  menelan kekalahan memalukan lawan tim Liga 2, Persiba Balikpapan skor 2 – 1. Bukan hanya berhenti disitu, Pelatih Gomes de Oliveira memutuskan mundur usai timnya dipermalukan tuan rumah di Stadion Batakan.

“Lengkap sudah penderitaan kami disini,” sesal Manager Madura, Hanura Soemitro.

Hanura menilai timnya bermain dibawah performa terbaiknya ikut turnamen yang diikuti tim terbaik. Akan ada evaluasi besar besaran di struktur pemain hingga kursi pelatih Madura United.

“Kita memang harus evaluasi seluruh pemain, namun pelatih sudah keburu mundur,” paparnya.

Pulang ke Madura, Christian Gonzales dipercaya untuk sementara menukangi tim sembari menunggu kedatangan pelatih definitif. Pemain gaek ini berperan ganda sebagai asisten pelatih sekaligus pemain.

“Peran Gonzales memang diperbantukan 60 persen sebagai asisten pelatih. Kami sudah mengantongi nama pelatih asing yang sesuai,” sebutnya.

Sebenarnya, Madura United menguasai jalannya permainan babak pertama. Tim Laskar Sapeh Kerrab banyak menciptakan peluang lewat Imam Bagus, Greg Nwokolo, dan Slamet Nurcahyo.

Selama itu, Persiba banyak bertahan mengikui irama permainan Madura. Hingga turun minum, kedudukan masih berkedudukan sama kuat 0 – 0.

Tim tamu bahkan mampu membuka kebuntuan lewat kaki Nurcahyo menit 54 berkat kerjasama apik Greg Nwokolo dan Imam Bagus. Kerjasama satu dua ini membuat Nurcahyo mudah mencocor gawang Barep Wahyudi.

Namun apes bagi Madura United, Persiba mampu bangkit berselang delapan menit kemudian ketika Beni Oktavianto menyamakan kedudukan menit 62. Beni lolos dari hadangan pemain belakang dengan melepaskan tendangan keras ke arah gawang Madura United.

Berselang enam menit kemudian, Stadion Batakan kembali membara saat Fengky Turnando menjadi pahlawan pencetak gol menit 66.

Madura United punya kesempatan menyamakan kedudukan saat wasit pertandingan menunjuk titik putih kotak terlarang. Christian Gonzáles membung peluang emas timnya ini.

Tendangan pemain berusia 41 tahun tersebut masih bisa ditepis Barep Wahyudi. Hingga peluit panjang skor tidak berubah kedudukan 2- 1 bagi keunggulan tim ‘Beruang Madu’.

Pelatih Persiba, Wanderley Junior girang bukan kepalang timnya mengakhiri turnamen dengan kemenangan. Pemain Persiba bermain dengan semangat juang tinggi dengan tidak membiarkan lawan mengontrol permainan.

“Kerjasama dengan baik, kita bisa mengalahkan Madura United. Mereka tim besar, tapi dengan bermain 100 persen bisa dikalahkan,” ungkapnya.

Hasil positif dari seluruh pertandingan ini, Persiba mengetahui komposisi pemain terbaiknya menjelang kompetisi Liga 2 Indonesia nanti. Sejumlah pemain duduk di posisi utama, tapi ada  juga diantaranya harus dilepaskan.

Persiba dan Madura United tersingkir dari persaingan Piala Gubernur Kaltim. Prestasi anak anak Balikpapan cukup lumayan dengan duduk di peringkat 3 Grup B mengantongi 3 poin dari 3 kali pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *