Dari perhitungan sementara dan bukan hasil resmi lomba, Awa dan Surya pun berada di urutan pertama dan kedua klasemen sementara offroader.

“Hasil resmi untuk Sabtu 10/12 masih menunggu hasil lomba di SCS 3 yang dimainkan pukul 20.00,” jelas Windy.

Persaingan Awa dan Surya adalah persaingan dua generasi. Persaingan di Kapolres Cup di Batulicin ini juga seolah lanjutan dari persaingan keduanya di event Military Offroad, 1-2 Oktober lampau di Sungai Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Saat itu, Awa yang jauh lebih senior dan dipanggil ‘om’ oleh Surya, menjadi juara hanya karena bermain lebih bersih, yaitu lebih sedikit terkena penalti atau pengurangan nilai.

“Mereka offroader muda yang gigih dan terus belajar. Nanti ada giliran mereka merajai event-event offroad,” kata Awa memuji anak-anak muda saingannya itu.

Selain dari Surya, perlawanan sengit juga diberikan Haji Bahrani, offroader tuan rumah Batulicin. Berlomba dengan Toyota Land Cruiser bermesin Jeep Cherokee, Haji Bahrani tidak kalah dalam catatan waktu, tapi hanya bermain kurang bersih dengan beberapa kali merubuhkan patok atau memutuskan pita lintasan saat melintas di trek.

Di klasemen sementara kelas ekstrem atau non-winch Kaltim juga menaruh nama Anthony dan Hima Kurniawan dari East Borneo Offroad Squad di jajaran sepuluh besar. Masih dari Kaltim, Om Jin alias Harry Yanto dari Total Offroad Club dan baru saja menikahkan anaknya itu juga masuk dalam sepuluh besar klasemen sementara.

KELAS NON WINCH

Di kelas non winch atau dulu disebut kelas standar juga offroader Kalimantan Timur yang bercokol di puncak klasemen. Said Adul yang menggeber Suzuki Jimny 80 memimpin dengan 195 poin.

“Said memang sudah sehati dengan mobilnya itu,” komentar Windy Politon.

Posisi kedua hingga lima, masing-masing oleh para anggota Jeep Tanbu Community (JTC) Batulicin, yaitu Mahmud, Jumbran, Famli Firdaus, dan Heru. Di urutan keenam, ada offroader Kaltim Herman yang mengantongi nilai 156.

 

Pencarian Populer:

berau memanas