NewsBalikpapan –

PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menegaskan komitmennya dalam memerangi pembajakan hak cipta musik Indonesia dan manca negara. Salah satunya dengan menggelar event Musik Vaganza di area Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan berhadiah sepeda motor hingga tchas Telkomsel.

“Kami menggelar Musik Vaganza ini salah satu tujuannya melawan pembajakan dan melindungi hak cipta musisi nasional dan internasional. Mulai bulan April hingga Juli dengan hadiah sepeda motor, televisi, ponsel dan Tcash,” kata GM ICT Kalimantan, Hersetyo Pramono, Jumat (14/4).

Hersetyo mengatakan, pelanggan Telkomsel area Pamasuka tercatat sebanyak 14 juta jiwa tersebar di Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan. Sebanyak 1,7 juta merupakan pelanggan data yang potensial memanfaatkan layanan langit musik, nada sambung pribadi (NSP) dan MusixMax.

“Pengguna aktif NSP Telkomsel sebanyak 300 ribu sambungan. Kami targetkan naik 100 ribu sambunggan baru pengguna NSP Telkomsel,” paparnya.

Tambahan jumlah pengguna NSP baru ini, kata Hersetyo mampu menambah pemasukan Telkomsel sebesar Rp 2,5 miliar sehubungan event Musik Vaganza. Pemasukan baru ini relatif kecil dibandingkan tujuan utama dalam melindungi hak cipta seniman musik.

“Revenue program ini sangat kecil sekitar 1 persen saja, tujuan utama memang untuk memerangi pembajakan hasil karya musik seniman,” ujarnya.

Manager Branch Telkomsel Balikpapan, Andhika Pradhana menambahkan, musisi Indonesia kerap mengeluhkan praktek pembajakan karya musik yang marak saat ini. Mereka kesulitan memperoleh penghargaan financial atas hasil karya musik yang sudah diciptakan.

Andhika mengatakan, Telkomsel memperoleh pemasukan sebesar Rp 9 ribu per NSP yang dipergunakan pelanggan. Pemasukan sebesar Rp 7.500 dibayarkan sebagai hak cipta kepada pencipta dan penyanyi yang mempopulerkan lagu tersebut.

“Kami hanya menerima Rp 1.500 per NPS dari pelanggan. Sisanya kami berikan pada pencipta dan penyanyi lagu bersangkutan,” tuturnya.

Telkomsel saat ini sedang mendorong musikus lokal agar turut meramaikan daftar NSP yang ditawarkan pada pelanggan. Telkomsel akan memberikan kemudahan agar musikus lokal mampu turut berpartisipasi dalam menyumbang karya seninya dalam bentuk NSP.

“Kami akan bantu komunikasikan dengan PT 1212 hingga proses negosiasi harga dan rekamannya,” papar Andhika seraya menambahkan pencipta lagu saat ini lazim memperoleh pemasukan memperdagangkan NSP ke masing masing provider telekomunikasi.

Saat ini sudah terdapat ratusan konten lokal  area Pamasuka yang berpartisipasi dalam MyNSP dipublikasi Telkomsel. Para musikus lokal ini diantaranya Me Eva, From Hell to Heaven, Black Nation, Urban Eggs, Sese Lawing, Harley Mangindaan, Seyla Kudati, Veki & Friends, Santi Mr Bur Pulubuhu, Connie Maria Mamahit dan lainnya.

“Ada puluhan seniman di area Pamasuka yang tergabung dalam NPS Telkomsel,” ujar Andhika.

Mereka ini  mayoritas adalah seniman yang berpartisipasi dalam Rock in Celebes dan Indie Band yang mendaftarkan lagunya via label maupun MyNSP.  Mereka punya keuntungan memperkenalkan hasil karyanya ke seluruh Indonesia tanpa khawatir adanya pembajakan.

“Seniman akan mendapatkan revenue share dari penjualan NSP ini,” paparnya.