NewsBalikpapan –

PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menyatakan pengguna layanan Tcash  area Kalimantan sebanyak 700 ribu pelanggan saat ini. Penggunaan layanan pembayaran transaksi elektronik memperoleh respon positif selama dua tahun terakhir ini.

“Respon masyarakat Kalimantan cukup tinggi dengan adanya layanan Tcash ini,” kata Manager Digital Expansion Telkomsel Regional Kalimantan, Haryo Bimantoro, Selasa (21/2).

Haryo mengatakan, Telkomsel memang terus berbenah dalam melengkapi sarana prasarana digital dalam layanan Tcash ini di seluruh area Kalimantan. Pertumbuhan pengguna Tcash cukup signifikan mencapai 700 ribu pengguna dari sebelumnya hanya 400 ribu pengguna.

“Tahun lalu memang hanya 400 ribu pengguna saja saat pertama kali diluncurkan di Kalimantan. Saat sarana prasarana semakin lengkap penggunanya semakin meningkat,” paparnya.

Mayoritas pengguna layanan Tcash, menurut Haryo, adalah masyarakat Pontianak Kalimantan Barat yang melakukan transaksi Rp 100 juta per bulannya. Angka total transaksi ini jauh melampui kota/kabupaten lainnya di Kalimantan.

“Pengguna Tcash di Balikpapan hanya 236 ribu pengguna dengan total transaksi yang jauh dibawah Pontianak,” ujarnya.

Sehubungan itu, Haryo menyatakan, menjadi tugasnya untuk mensosialisasikan penggunaan Tcash lewat berbagai event menggandeng pihak lain. Telkomsel saat bermitra dengan PT Angkasa Pura dalam melaksanakan event hari jadinya yang ditargetkan mencapai transaksi Rp 100 juta dalam tiga hari.

“Melaksanakan berbagai event seperti bazar makanan internasional, night run competition, fashion, dance,  supporter, tour & travel hingga mendatangkan artis ibu kota yakni Anji, Aviwkila dan disk joke Division,” ungkapnya.

Layanan Tcash, menurut Haryo, memberikan kemudahan serta keamanan dalam bertransaksi dibandingkan penggunaan uang tunai. Masing masing tenant juga rutin memberikan promo diskon bagi pengguna Tcash.

“Transaksi di masa mendatang akan didominasi penggunaan Tcash dibandingkan uang tunai. Memberikan kemudahan dan keamanan bagi pelanggan,” ujarnya.

Masyarakat perkotaan di Kalimantan diprediksi nantinya akan lebih mengkedepankan penggunaan transaksi uang elektronik dibandingkan uang tunai. Mayoritas masyarakat Kalimantan adalah kaum pekerja yang sudah mulai meninggalkan transaksi uang tunai.

Haryo menyakini kedepannya penggunaanya layanan Tcash Kalimantan akan jauh melampaui dibandingkan saat ini. Setidaknya pengguna layanan Tcash akan berlipat kali dibandingkan jumlah pelanggan saat ini sebanyak 700 ribu pengguna.