Sebulan ini, Telkomsel Buka Jaringan Perbatasan Timor Leste
27 September 2017
GCF Balikpapan Jadi Aksi Penyelamatan Lingkungan
28 September 2017

Pengembang Ini Jual Rumah Dibawah Harga Pasar

NewsBalikpapan –

Bisnis properti perumahan di Balikpapan Kalimantan Timur sedang lesu selama dua tahun terakhir. Industri bisnis ini memang terdampak langsung sektor industri tambang batu bara dan minyak bumi akibat resesi regional.

“Bisnis sedang lesu di Kaltim saat ini, daya beli masyarakat juga rendah,” keluh Direktur  PT Lidia and Dandy, Suhardi Hamka di Balikpapan, Rabu (28/9).

Pelambatan pertumbuhan ekonomi ini, menurut Suhardi menurunkan kualitas daya beli perumahan masyarakat. Mereka kesulitan dalam melunasi pembayaran kredit perumahan sesuai kesepakatan dengan pihak perbankan.

“Melunasi kredit yang sudah ada saja kesulitan, apalagi membeli rumah baru,” tuturnya.

Suhardi kerap mendapati keluhan sesama pengembang yang pesimis dengan kelangsungan bisnis properti perumahan di Balikpapan. Perusahaan pengembang kesulitan dalam memasarkan berbagai unit perumahan yang dilepas ke pasaran.

Namun demikian, Suhardi mengaku permasalahan ini tidak dialami perusahaannya. Dia tetap mampu menggaet pelanggan dari berbagai jenjang strata ekonomi masyarakat Balikpapan.

“Perusahaan kami tetap mampu memasarkan perumahaan berbagai tipe,” ujarnya.

Selama masa sulit ini, Suhardi menyatakan, perusahaan properti harus mampu berinovasi maksimal guna memenuhi kebutuhan pasar. Menurutnya, para kompetitor lain mematok margin yang kelewat besar berdampak mahalnya harga perumahan ditawarkan.

“Para kompetitor mematok keuntungan terlalu besar dan perusahaan kami menargetkan keuntungan yang tipis saja, itu cukup,” paparnya.

Suhardi mencontohkan, perusahaannya menawarkan perumahan tipe 42 plus seluas 75 meter persegi seharga Rp 185 juta per unit. Menurutnya, pasaran tipe rumah sekelas ini di Balikpapan bisa mencapai Rp 425 juta per unitnya.

“Ada yang inden maupun ready stock saat ini sebanyak 30 unit di Bumi Sepinggan Asri 2 Balikpapan,” ungkapnya.

Selain itu, Suhardi membantu memudahkan pengurusan kredit perumahan rakyat (KPR) perbankan bagi pelanggan. Klausul balik nama sertifikat kepemilikan tanah dilakukan 3 tahun setelah berakhirnya masa pelunasan kredit.

“Itu kesepakatan antara kami dengan pelanggan di lapangan. Kami menyiapkan sarana fasilitas umum perumahan seperti masjid, mini market, water treatment, lapangan bermain anak, sarana jalan hingga lampu penerangan,” sebutnya sembari menambahkan ada paket bonus bagi setiap pembelian rumah ini.

“Kami berikan bonus televisi berikut sarana penampunga air keluarga,” imbuhnya.

Suhardi kerap memberikan berbagai potongan harga rumah di setiap momentum penting kota dan nasional. Potongan harga diberikan selama memperingati hari Pahlawan di bulan Oktober nanti.

Demikian pula saat perayaan hari jadi kota Balikpapan ke 120 dengan memberikan potongan hingga 50 persen selama bulan Februari lalu. Saat itu, Suhardi memangkas harga rumahnya kisaran harga normal Rp 475 juta menjadi Rp 275 juta.

“Karena HUT Balikpapan ke 120, sehingga kami menyiapkan sebanyak 120 unit rumah saja,” papar dia.

Dia mengakui tingginya antusiasme warga Balikpapan untuk membeli perumahan berlokasi di Batakan ini. Dari 120 unit, kini sudah laku 10 unit dengan tipe 48 dan 54 seharga Rp 275 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *