Pasar Kebun Sayur Balikpapan

Pasar Kebun Sayur Balikpapan

Balikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur segera memugar pasar inpres Kebun Sayur yang terkenal menjual cinderamata khas Kalimantan. Pemugaran ini nantinya bersama PT Gusher Mitra Sejahtera dengan nilai investasi sekitar Rp150 miliar.

“Kerja samanya kan untuk pembangunan dua tahap. Tahap pertama sudah selesai sekarang tinggal melanjutkan tahap kedua yang masih perlu sosialisasi dengan para pedagang,” kata Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakot Balikpapan Sri Soetantinah, Minggu (17/3).

Revitalisasi ini terkendala karena belum adanya kesepakatan bersama antara investor dan pedagang terkait pengembangan pasar. Akibatnya, proyek tersebut hingga kini belum dimulai hingga ada kata sepakat dari kedua belah pihak.

Pemerintah daerah telah menyepakati kerja sama dengan PT Gusher Mitra Sejahtera untuk merevitalisasi Pasar Kebun Sayur. Apabila pemerintah mengingkari secara sepihak tentu akan berdampak negatif terhadap kepastian hukum atas investasi di Balikpapan.

Tantin menyebutkan penolakan pedagang didasari pada kemungkinan hilangnya pelanggan. Selain itu, pengubahan gedung menjadi lebih modern akan menghilangkan ciri khas Pasar Inpres Kebun Sayur yang sudah dikenal oleh wisatawan.

Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Inpres Kebun Sayur (P3IKS) Yuliani mengusulkan agar perbaikan pasar yang telah dibangun sejak 1980 bisa dilakukan oleh pedagang secara mandiri. Pihaknya mengaku telah menyampaikan usulan tersebut kepada pemerintah daerah untuk dijadikan bahan pertimbangan.

Namun, Tantin mengatakan Pasar Inpres Kebun Sayur merupakan aset pemerintah sehingga pedagang tidak bisa melakukan renovasi secara mandiri.

Komisaris PT Gusher Mitra Sejahtera Agung Laksamana mengaku optimistis revitalisasi pasar tersebut bisa dilakukan tahun ini. Dirinya mengaku siap untuk menyampaikan informasi secara utuh kepada pedagang agar rencana revitalisai bisa diterima pedagang.

Dalam perubahan desain yang baru, Agung mengaku telah mengakomodir empat masukan dari pedagang yang ada di Pasar Kebun Sayur. Masukan pedagang yang diakomodir seperti lokasi pada lantai yang sama pada pedagang eksisting berjumlah 641 pedagang, tidak mengubah konsep pasar menjadi mal, menggunakan konsep terbuka tanpa ada ruko di depannya serta harga jual yang terjangkau.

“Jadi, Pasar Kebun Sayur itu nanti akan ada sekitar 1.100 kios yang disediakan untuk para pedagang. Nah, yang 641 pedagang itu nanti akan kami tempatkan di satu lantai,” tuturnya.

Mengenai harga, dia menyebutkan akan membanderol kios berukuran 2×2 meter dengan harga Rp300 juta dan 2×4 meter seharga Rp450 juta. Namun, khusus untuk pedagang eksisting yang berjumlah 641 orang akan diberikan setengah harga dari harga jual tersebut

Tantin menambahkan pedagang perlu untuk mendengarkan secara gamblang tahapan revitalisasi ini agar tidak ada prasangka buruk baik terhadap pemerintah maupun investor. Nantinya, Pemkot Balikpapan akan menjadwal ulang pertemuan antara investor dan pedagang untuk menjelaskan rencana revitalisasi ini.