Selain itu Dinas Kesehatan Kota Balikpapan juga telah menyiapkan satu tim ambulans gawat darurat terpadu 118 atau AGDT yang terdiri dari 4 orang yakni supir dua tenaga kesehatan dan dokter. “ Kita siapkan sebagai tenaga pengganti kesehatan  jika  mereka yang bertugas dilapangan alami kelehan. Kita juga  telah siapkan sejumlah kantor kantong mayat,” ujarnya.

Hingga kini Dinas Kesehatan Kota Balikpapan belum juga mendapat informasi kehilangan orang hilang yang berasal dari Balikpapan.  “ Kita belum  ada laporan dari masyarakat Balikkpapan yang merasa kehilangan anggota keluarganya dan
menjadi korban,” terang Dyah.

Pasca ambruknya Jembatan Kukar,Minggu (27/11), Dyah mendamping Menteri Kesehatan Sri Endang Rahayu bersama Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUL) terjun ke lokasi. “ Mereka menawarkan bantuan ke Dinas Kesehatan Kukar, yang utama memang soal antisipasi kamar jenazah dan kantong mayat. Kita diminta bantu juga mempersiapkan
itu,” tandasnya.