Menurutnya, jika ada perselisihan dalam sebuah organisasi olahraga, maka bisa diselesaikan lewat mekanisme arbitrase. Dalam arbitrase, kedua pihak bisa membahas mengenai perbedaan pendapat soal dualisme kompetisi, yang selama ini mengemuka.

“Di arbitrase olahraga akan diputuskan mana yang benar dan mana yang salah,” dia melanjutkan.

Dia mengatakan mekanisme arbitrase mungkin dilakukan mengingat hal itu diatur dalam organisasi olahraga, seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia, Komite Olimpiade Indonesia, dan FIFA, badan sepak bola dunia.

Dia mengatakan, pemerintah menginginkan penyelesaian masalah di tubuh PSSI melalui arbitrase olahraga dan bukan melalui mekanisme lain. “Pemerintah inginnya ke arah itu (arbitrase),” tuturnya.

Persiba Balikpapan merupakan salah satu tim yang ikut mendukung penetapan KLB PSSI kepengurusan Djohar Arifin. Tim ‘Beruang Madu’ bersama sejumlah klub peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, Divisi Satu dan pengurus provinsi sepakat mendorong KLB pada 17 – 18 Desember silam mendatang di Jakarta.

Persiba sendiri,sudah terlebih dahulu menentukan sikap menyusul perseteruan dengan PSSI. Mereka menyatakan pilihan paling realistis adalah pelaksanaan KLB terhadap kepemimpinan Djohar Arifin.

Pelaksanaan kongres menjadi jalan keluar utama dalam penyelesaian konflik persepakbolaan tanah air. Sejumlah anggota PSSI sudah menyangsikan kepemimpinan Djohar Arifin terbukti adanya dualisme kompetisi yaitu Indonesia Super League dan Indonesia Primier League. TNR/News