Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh peningkatan jumlah lulusan mahasiswa teknik dinilai berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan per kapita penduduk.

Usai acara peresmian Politeknik Balikpapan menjadi Politeknik Negeri Balikpapan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat 6/1, Mendikbud mengatakan saat ini pendapatan per kapita penduduk Indonesia adalah 3.000 dolar AS. Dengan semakin banyaknya Pada 2015 nanti, diharapkan pendapatan per kapita penduduk bisa mencapai 14.000 Dolar AS.

“Semakin banyak penduduk yang mengenyam pendidikan tinggi, pendapatan per kapita negara makin tinggi juga,” kata Mendikbud. Dan pendidikan tinggi yang menyumbang pendapatan domestik bruto tinggi adalah pendidikan teknik, sains, termasuk juga pertanian.

Contoh sederhana di bidang ini misalnya arsitek. Seorang arsitek yang bekerja sendiri berhak atas 20 persen dari nilai proyek yang didapatnya. Kalau nilai proyeknya membangun rumah senilai Rp300 juta misalnya, maka Rp60 juta adalah penghasilan yang sah dari si arsitek.

Sebab itu kini pemerintah menempuh 3 cara untuk menggandakan jumlah mahasiswa yang belajar bidang-bidang tersebut. Disebutkan Mendikbud, pemerintah melakukan ekspansi, yaitu memperluas kemampuan menerima mahasiswa dan meluluskan sarjana bagi kampus-kampus yang memiliki fakultas atau jurusan, atau memang mengkhususkan diri di bidang teknik, sains, dan pertanian. Pemerintah juga melakukan konversi perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri. “Tentunya perguruan tinggi yang memenuhi syarat seperti Politeknik Balikpapan,” kata Menteri Muhammad Nuh.

Cara ketiga adalah membuat perguruan tinggi baru. Khusus di Balikapan, juga akan dibangun Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

“Tapi kami akui cukup sulit untuk meningkatkan kapasitas. ITB saja hanya menerima sekitar 6.000 mahasiswa per tahun, kemudian ITS 4.000,” kata Mendikbud.