Untuk menghindari agar TKI yang bekerja di Malaysia sesua kontrak, makan penempatan TKI harus disesuai dengan kemampuannya. Karenanya kata Yahya, para TKI akan diberikan pelatihan.

“Bila pembantu ditujukan untuk menjaga orang sakit, maka pelatihannya akan disesuaikan. Bila pembantu direkrut untuk pekerjaan rumah tangga maka dia akan dilatih untuk itu,” kata Yahya.

Jika TKI ada yang ingin bekerja dibidang lain, tidak akan diperbolehkan karena harus sesuai dengan keahliannya yang diperoleh saat pelatihan. Saat ini ada sekitar 50 ribu TKI yang siap berangkat ke Malaysia.

Namun sebelumnya ribuan TKI itu akan menjalani latihan sekitar 200 jam sebelum diberangkatkan.”Menurut Indonesia, sekitar 50.000 pembantu siap untuk bekerja di sini. Namun mereka harus menjalani pelatihan terlebih dahulu,” terangnya.

Ia menambahkan, hanya 121 dari 400 agen tenaga kerja yang menyepakati peraturan soal perekrutan PLRT tersebut. “Daftar agen resmi akan dipasang di portal departemen awal bulan depan. Badan yang tidak mendapat izin tidak akan diizinkan memasok pembantu rumah tangga asal Indonesia,” tandasnya. (bbc)