Pasukan perbatasanNewsBalikpapan –

TNI merotasi pasukan pengamanan pos perbatasan Indonesia – Malaysia sepanjang Kalimantan Utara. Pasukani Batalyon Infantri dari 521 Kediri dan Batalyon Infantri 527 Lumajang Kodam V Brawijaya nantinya akan bertugas selama 9 bulan guna menggantikan pasukan Kostrad yang habis masa penugasannya.

“Sebanyak 700 pasukan perbatasan dari Kodam Brawijaya yang kami kirimkan menggantikan pasukan sebelumnya yang habis masa penugasannya,” kata Komandan Korem 091 Aji Surya Natakesuma, Brigadir Jenderal Teguh Arief di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Minggu (14/6).

Pasukan TNI AD asal Kodam Brawijaya ini, kata Teguh akan bertugas selama 9 bulan dalam pengamanan 33 pos perbatasan sepanjang lokasi Nunukan, Malinau hingga Long Apari. Para pasukan ini diberangkatkan menumpang dua kapal perang KRI Teluk Hading dan KRI Teluk Manado yang sedang berlabuh di Pelabuhan Semayang Balikpapan.

“Pasukan ini berangkat besok pagi menumpang kapal perang,” katanya.

Adapun pasukan pengamanan Kostrad, menurut Teguh secara berangsur angsur akan ditarik untuk digantikan pasukan dari Jawa ini. Pasukan Kostrad sudah 9 bulan ini ditugaskan melakukan pengamanan pos perbatasan sepanjang Kalimantan Utara – Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Teguh meminta pasukan baru ini mampu professional dalam menjalankan tugasnya mengamankan perbatasan negara. Seluruh pasukan ini diibaratkan mewakili nama baik bangsa Indonesia dihadapan negara tetangga Malaysia.

“Pasukan ini harus mampu mengantisipasi segala bentuk pelanggaran tapal batas perbatasan,” ujarnya.

Sebanyak 350 personil Yonif 527 Lumajang akan menempati pos pos perbatasan wilayah Malinau dipimpin Letnan Kolonel Daniel Budi Marwanto. Sedangkan 350 personil Yonif 521 Kediri ditempatkan di pos pos perbatasan Nunukan dipimpin Letnan Kolonel Selamet Winarto.