Asisten II Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan Sri Sutantinah usai rapat koordinasi dengan instansi terkait, mengatakan kendala jalan akses dari kilometer13 menuju pelabuhan baru dibuat satu jalur. Dari panjang  sekitar 12 km yang belum tersambung 1,6 km itu.

“Kalau dilihat dari proses lelang,  ada tiga paket yang ditenderkan kan sudah ada pemenang. Kalau sekarang penetapan pemenang, perkiraan saya April  baru kontrak sedangkan Juni target penyelesainya. Kita minta PU provinsi untuk hitung ulang, kapan sih persisnya jalan itu selesai,” jelas Sutantinah, Senin (5/3)

Selain itu kata Sutantinah, jalan satu jalur ini memiliki lebar tujuh meter  namun jika dua kendaraan melintas bersamaan dipastikan truk tidak bisa melintas. Karena itu akan dibuat simpangan untuk truk container. 

“Itu juga kendala, jadi belum tentu bisa siap di bulan Juni 2012 ini.  Nanti itu akan dibuat titik persimpangan, agar truk bergantian melintas. Sedangkan untuk jalur satunya kita targetkan pembuatan pada 2013 mendatang,” ujarnya.

Sementara itu Kepala UPTD Dinas PU Kaltim Wilayah Selatan Taufik mengatakan pihaknya masih terus mengupayakan penyelesaian pembuat jalan sepanjang 1,6 km itu.  Pihaknya telah alokasikan dana sebesar Rp45 miliar.

“Lahan untuk sisa jalan ini lagi proses pembebasan  panjang 400 meter lebar 50 meter,” ungkap Taufik kemarin. Soal target penyelesaian  jalan itu, kata Taufik pihaknya akan menyesuaikan penyelesainya sesuai rencana yakni saat launching Pelindo pada Juni 2012 ini.

Pemkot Balikpapan masih menaruh harapan agar operasional peti kemas karingau masih bisa dilakukan penyelesaian pada Juni mendatang. Ini tidak lepas dari rencana kedepan pemerintah kota dan Pelindo melakukan penataaan di eks kawasan peti kemas Semayang.

“ Tentu untuk pelabuhan penumpang, akses nanti lebih luas dan kondisi tertiban jelas lebih baik lagi. Soal nanti area itu mau dijadikan apa kita belum tahu, kalau pelindo konsepnya mau jadi seperti marina ancol itu. Ada logistic barang juga tapi ini masih harus dibahas lagi dan dikordinasikan dengan pemkot,” tambah Sutantinah

Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan Suryanto berharap pengerjaan jalan sepanjang  1,6 km dapat dituntaskan secepatnya. “Kalau pengerjaan jalan 1,6 km yang dikerjakan tiga kontraktor selesai, ya pertengahan tahun bisa dioperasionalkan,” kata Suryanto.

Soal ketersedian pasokan air bersih kata Suryanto bisa dipasok oleh mobil-mobil tanki yang dimiliki PDAM. “ Namun ini juga peluang bagi PDAM untuk menanamkan investasi pemasangan isntalasi jaringan PDAM. Nanti ini kita bicarakan lagi. Kan semuanya maish harus dibicarkaan kembali,” katanya.

Pimpinan proyek pembangunan pelabuhan peti kemas Arwin menyatakan dari lima paket  pelaksanaan fisik pembangunan pelabuhan sudah hampir berjalan 83 persen. Lima paket itu yakni  pembangunan reklamasi, dermaga,  Gudang – jalan, dan  peralatan serta jasa konsultan.

“ Sampai Januari 2012 itu 83 persen. Memang masih ada kendala berupa jalan tembus Km 13 ke pelabuhan,” ucap Arwin

Sedangkan Direktur PT Kaltim kariangau terminal selalu perusahaan yang mengopeasionalkan pelabuhan Peti kemas menyatakan kapasitas dermaga peti kemas masih muat hingga jangka waktu 20 tahun.

“ kita juga mampu melakukan pemimdahan peti kemas sebanyak 24 box container /jam. Sesuai standar pelabuhan internasional,” ujarnya kemarin.

Nantinya jika sudah beroperasi, pelabuhan peti kemas kariangau akan dioperasionalkan oleh tenaga kerja sebanyak 60 orang outsourcing,  24 orang organic dan  12 orang dari Pelindo.

Pelabuhan peti kemas dimulai pembangunannya pada 2008 dan ditargetkan rampung 2012. Dengan alokasi anggaran digunakan mencapai Rp730 miliar bersumber dari APBN, APBD Kaltim dan PT Pelayaran Indonesia (Pelindo).

Pembangunan itu terbagi empat paket pekerjaan yakni Paket A senilai Rp152,647 miliar untuk pekerjaan reklamasi dan pekerjaan tanah seluas 119.475 meter persegi, dua unit cause way masing-masing 12 x 10,5 meter persegi. Kemudian Paket B Rp277,241 miliar untuk pekerjaan pembangunan dermaga seluas 275 x 30 meter persegi, dua unit trestle berukuran 216×10,5 meter persegi, empat unit platform palka berukuran 15,6 x 10 meter persegi.

Selanjutnya Paket C senilai Rp108,322 miliar untuk pekerjaan pembangunan jalan akses menuju pelabuhan terdiri pekerjaan tanah dan perkerasan dengan rigid pavement sepanjang 1.375 meter. Kemudian pekerjaan Paket D senilai Rp175 miliar