Johny menjelaskan terjadinya deflasi tersebut diakibatkan oleh penurunan indeks bahan makanan sebesar 0,80%. Meskipun 6 kelompok lain serempak naik indeks harganya, Kaltim ettap mengalami deflasi sebab andil bahan makanan masih cukup besar bagi pergerakan inflasi provinsi.

“Andil inflasi bahan makanan mencapai – 0,19% sementara yang lain hanya berkisar antara 0,01% hingga 0,2%.”

Sementara itu, dari 3 kota di Kaltim yang inflasinya dipantau secara intensif, Kota Balikpapan dan Samarinda mencatatkan deflasi. Hanya Kota Tarakan yang berada di wilayah utara Kaltim yang mengalami inflasi sebesar 0,85%.