Mukmin mengatakan satu atau dua jembatan bisa saja dibangun untuk menhubungkan Tenggarong dan Tenggarong Seberang. Sebelumnya, Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan akan membangun dua jembatan penghubung sebagai pengganti jembatan yang runtuh yakni di wilayah Loa Kulu dan Pulau Kumala.

Mukmin berujar di Korea Selatan ada diatas sungainya berdiri 20 jembatan penghubung. “Sepanjang dananya mencukupi kenapa tidak. Itu kan untuk rakyat,” tegasnya.

Dia mengatakan meskipun APBD Kaltim telah disahkan, dukungan Provinsi Kaltim bisa diberikan melalui anggaran perubahan. Mukmin mengatakan dari perkiraan kebutuhan sekitar Rp350 miliar, dukungan sekira Rp100 miliar dari provinsi sangatlah logis.

Untuk itu pihak terkait yakni Pemkab Kukar, Pemprov Kaltim dan Kementerian PU bisa segera duduk bersama membahas pembangunan jembatan tersebut. Perlu diketahui kemampuan dari masing-masing pihak agar pembangunan jembatan tersebut bisa cepat selesai.

Mukmin menyarankan apabila pembangunan tersebut direncanakan untuk dua jembatan sebaiknya Pemkab Kukar bisa melakukannya secara bertahap. Dia menambahkan pembangunan pertama sebaiknya dilakukan di Loa Kulu karena sudah ada rencana dari Pemkab Kukar sebelumnya.

Dia mengatakan sebaiknya desain jembatan tidak lagi menggunakan desain jembatan gantung. Mukmin beralasan karena arus Sungai Mahakam yang begitu besar sehingga rentan untuk mengganggu struktur jembatan.