NewsTenggarong –

Mitra Kukar menjadi jawara di Bumi Etam lewat raihan sempurna babak penyisihan Grup B turnamen Piala Presiden 2018 di Stadion Aji Imbut Tenggarong Kutai Kartanegara, Sabtu (27/1). Tim berjuluk ‘Naga Mekes’ ini memastikan kedigdayaanya lewat kemenangan tipis 1 – 0 atas Barito Putera.

Gol semata wayang Mitra Kukar dilesakan Fernando Rodriguez menit 45 dari titik putih menyusul pelanggaran pemain bertahan Barito Putra di area kotak terlarang. Pemain berkebangsaan Spanyol ini dengan tenang menaklukan kiper Barito Putera, Dian Agus Saputra yang gagal menggapai laju bola.

Pertandingan ini sangat menentukan bagi kedua tim bila ingin mengamankan posisi tetap maju

dalam turnamen Piala Presiden. Tuan rumah Mitra Kukar butuh hasil imbang, sebaliknya Barito Putera harus mampu meraih poin penuh agar memuncaki Grup B sehingga otomatis maju babak perempat final.

Sehubungan itu, anak asuh Jacksen F Tiago ini langsung menggebrak sejak menit babak pertama ditiup Wasit Thoriq M Alkatiri. Para pemain Barito Putra sangat bernafsu membombardir barisan pertahanan Mitra Kukar yang digawangi duet Dedy Gusmawan dan Mauricio Leal.

Sadar butuh kemenangan dalam pertandingan ini, Barito Putera menurunkan pemain terbaiknya seperti Rizky Rizaldi Pora, Hansamu Yama Pranata dan Samsul Arif Munip.

Pasukan ‘Laskar Antasari’ bahkan terlebih dahulu berkesempatan menciptakan keunggulan saat Samsul Arif dilanggar Wiganda Pradika di area penalti Mitra Kukar. Namun sayangnya, striker Rizky Rizaldi Pora yang ditunjuk menjadi algojo penalti gagal menuntaskan tugasnya.

Bola sepakannya mampu dibaca kiper Mitra Kukar, Gerry Mandagi yang sigap menepis tendangan datar pemain kelahiran Ternate ini. Kegagalan penalti ini menjadi titik balik kebangkitan Mitra Kukar bermain dihadapan pendukungnya.

Dalam pertandingan ini, Mitra Kukar tampil tanpa diperkuat pemain bintang, Dany Sean Guthrie yang cedera saat melawan Kalteng Putra. Namun kekuatan tim tetap solid menyusul kehadiran pemain timnas Indonesia, Septian David Maulana yang berperan sebagai jenderal lapangan tengah Mitra Kukar.

Malapetaka bagi Barito Putera terjadi di penghujung turun minum menyusul pelanggaran dialami penyerang Mitra Kukar, Hendra Adi Bayauw. Kali ini, Fernando Rodriguez tidak membuang peluang menciptakan pundi pundi gol ketiganya di ajang Piala Presiden.

Memasuki babak kedua, Barito Putera mendominasi permainan agar setidaknya mampu menciptakan gol serta menyamakan kedudukan. Adapun Mitra Kukar lebih banyak bertahan serta mempertahankan keunggulan.

Hingga peluit berakhirnya pertandingan, Mitra Kukar mampu mempertahankan keunggulan kemenangannya. Hasil akhir ini membuat Mitra Kukar mengumpulkan poin sempurna dari tiga kali laga sehingga otomatis lolos ke babak 8 besar Piala Presiden.

Kemenangan yang melegakan bagi Pelatih Mitra Kukar, Rafael Berges Martin yang sempat ketar ketir membongkar solidnya pertahanan lawan. Barisan gelandang Kalteng Putera, menurutnya mampu menghambat setiap laju pergerakan bola yang siap dioperkan ke barisan penyerang Mitra Kukar.

Dalam hal ini, Rafael menyebut trio gelandang asing Barito Putera bermain disiplin memenangkan pertarungan lapangan tengah. Barito Putera menurunkan pemain asing adalannya seperti Aaron Evans, Douglas Packer dan Matias Cordoba.

“Kami juga sangat sulit menembus pemain tengah Barito Putera karena ada tiga pemain asing di sana,” ujarnya.

Meskipun begitu, Rafael berpendapat timnya lebih unggul dalam pemanfaatan peluang di barisan pertahanan lawan. Mereka kini bisa menyusul tim Sriwijaya FC di Grup A yang terlebih dahulu memastikan langkah di turnamen Piala Presiden.

“Saya sangat puas melihat pemain Mitra Kukar mampu bermain baik dan mencetak gol,” ujar pelatih kebangsaan Spanyol ini.

Pelatih Barito Putera, Jacksen F Tiago jelas kecewa dengan hasil akhir pertandingan ini. Hanya selangkah lagi, tim Liga 2 Indonesia mencetak sejarah dengan mempermalukan tim berkompetisi di kasta tertinggi negeri ini.

Meski begitu, Jacksen menyadari bukan perkara mudah timnya melayani permainan Mitra Kukar yang dihuni para pemain bintang. Para pemain Barito Putera kesulitan menembus ketatnya barisan pertahanan lawan.

Menurut Jacksen, pemainnya memang menguasai hampir dua pertiga garis permainan lapangan. Namun sesaat masuk kotak penalti, pemain Barito Putera kesulitan menembus ketatnya pertahanan Mitra Kukar.

“Babak kedua, kita lebih mampu kuasai pertandingan. Namun kita hanya mengandalkan bola-bola crosing yang tentu saja sulit dimaksimalkan,” keluhnya.

Kini, Jacksen hanya bisa pasrah serta mengucapkan selamat bagi rivalnya yang sukses menembus babak selanjutnya Piala Presiden. Menurutnya, pemain Barito Putera sudah mengerahkan kemampuan terbaiknya meskipun hasil akhir tidak seperti yang diinginkan.

“Saya ucapkan selamat ke Mitra Kukar,” ujarnya.

Pertandingan kedua, Martapura FC versus Kalteng Putra berlangsung anti klimak mengingat kedunya hampir dipastikan gagal lolos ke babak selanjutnya. Poin Kalteng Putra hanya sedikit lebih baik dari Martapura FC dengan mengumpulkan satu poin hasil dua kali laga.

Laga penutup Grup B ini, Kalteng Putra berjaya mengkandaskan Martapura  skor 2 – 1 lewat kaki Dadang Apridianto menit 41 dan Michael Rumere menit 72. Martapura hanya mampu memperkecil kekalahan berkat tendangan akrobatik Qischil Gandrum menit 68.

Sama sama ingin menang, kedua tim mempertontonkan permainan terbuka mengejar kemenangan.  Dua tim Liga 2 Indonesia ini memperagakan permainan offensif sekaligus teknik bertahan yang solid.

Gol pertama Kalteng Putra berkat tendangan bebas yang sukses menerobos pagar betis pemain bertahan Martapura. Tim berjuluk ‘Laskar Isen Mulang’ bahkan berkesempatan menggandakan keunggulan ketika sang pengadil menunjuk titik putih bagi keuntungan Kalteng Putra.

Sayangnya, tendangan pemain Kalteng Putra, Michael Rumere gagal menembus gawang Martapura.

Setelah itu, giliran pemain Martapura membobol gawang Kalteng Putra dari hasil umpan lambung yang disambut tendangan terbang Qischil Gandrum.

Pada akhirnya, Michael Rumere memastikan kemenangan Kalteng Putra, pertengahan babak kedua pertandingan. Sontekan kakinya mampu mengoyak gawang Martapura yang dijaga penjaga gawang, Juni Irawan.

Kemenangan laga ini tidak lantas membuat Kalteng Putra lolos ke babak delapan besar Piala Presiden. Meskipun mengumpulkan poin sama dengan Barito Putera, tim asal Palangkaraya ini kalah dari jumlah selisih gol.

Meskipun gagal lolos, Pelatih Kalteng Putra, Kas Hartadi mengaku puas mengalahkan Martapura sekaligus membalaskan dendamnya dalam pertandingan Liga 2 Indonesia. Kedua tim ini memang kerap berseteru di babak perempat final Liga 2 Indonesia.

“Malam ini tim kita bermain luar biasa dan bisa membalaskan dendam kita di Liga 2,” ujarnya.

Selama keikutsertaan timnya ini, Kas Hartadi mengevaluasi kelemahan fisik pemain menjadi faktor penentu kekalahan atas Mitra Kukar serta bermain imbang lawan Barito Putera. Selama di Tenggarong ini, ia menilai fisik dan stamina pemain Kalteng Putra terkuras setiap menjalani 2 x 45 menit pertandingan.

“Kita ada kekurangan dari segi fisik. Terus lawan Mitra Kukar fisik pemain semakin menurun. Ini kelihatan sekali tidak ada fisik,” ungkapnya.

Hanya di pertandingan terakhir, Kalteng Putra mampu tampil all out  dengan terus menggempur pertahanan lawannya.

“Tadi pertandingan sangat menarik, memang seru terjadi jual beli serangan,” ujar Kas Hartadi.

Sementara itu, kekalahan ketiga kalinya menjadi tamparan bagi Martapura dalam keikutsertaan ajang Piala Presiden. Pelatih Martapura, Amir Yusuf Pohan sebenarnya berharap timnya bisa meraih kemenangan perdana dimana sebelumnya kalah atas Mitra Kukar dan Barito Putera.

“Kita memang berharap kemenangan di laga terakhir, tapi itu sepertinya menjadi beban bagi pemain,” sesalnya.

Beban mental ini sangat terasa di lapangan dimana pemain Martapura tidak bisa bermain lepas seperti biasanya. Amir menyebutkan, pemainnya terburu buru dalam memberikan umpan maupun menembak ke gawang lawan.

“Saya rasa permainan kita tadi saya rasa terburu buru, semangatnya luar biasa. Intinya anak-a