Panen raya sawah TeritipNewsBalikpapan –

WWF Indonesia menyatakan adanya satwa badak sudah dapat dipastikan bisa ditemui di Pulau Kalimantan. Hewan badak yang diduga serumpun dengan yang ada di Sumatera sudah terendus keberadaannya sejak 1996 silam berkat laporan masyarakat.

“Kami sudah banyak menerima laporan dari warga yang melihat langsung keberadaanya,” kata Direktur Konservasi WWF Indonesia, Arnold Sitompul di Balikpapan, Selasa (22/9).

Arnold menyatakan enggan langsung percaya kesaksian para warga yang sempat menyaksikan badak di Kalimantan. Menurutnya hanya ada dua jenis satwa badak di Indonesia yakni berhabitat di Jawa dan Sumatera.

Kesaksian warga serta bukti dokumentasi foto di lapangan, Arnold menyatakan badak badak Kalimantan ini memiliki kedekatan jenis dengan ada di Sumatera. Hanya saja habitat badak Kalimantan terbilang lebih pendek dan kecil dibandingkan satwa serupa yang ada di Sumtera.

“Sudah berubah fisiknya sesuai kondisi lingkungan Kalimantan,” paparnya.

Badak badak ini, kata Arnold kerap ditemui di area perkebunan kelapa sawit dan pertambangan di Kalimantan Timur dan Tengah. Sebanyak 12 ekor badak ini datang secara bergerombol di sejumlah kawasan di Kutai Barat Kalimantan Timur.

“Ada anak anak badak juga, artinya mereka sudah bereproduksi aktif,” paparnya.

Dirjen Korservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tachrir Fatoni mengaku berhasil mendokumentasikan keberadaan badak badak ini di Kutai Barat. Hasil survey Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan, Kabupaten Kutai Barat, Mahakam Ulu, Universitas Mulawarman, Yayasan  Badak Indonesia (YABI), dan WWF Indonesia menemukan ada satu kelompok badak yang rutin melintasi hutan di Kutai Barat.

“Ditemukan berada di areal kawasan yang sempit yakni perkebunan sawit dan tambang batubara,” paparnya.

Tackhir khawatir aktifitas badak badak ini akan menjadi obyek perburuan liar mengingat habitatnya berdampingan dengan manusia. Kepunahan badak ini menjadi kerugian mengingat habitat badak Sumatera tersisa 100 ekor dan Jawa 64 ekor.

Saat ini, Tackhir berupaya memindahkan lokas satwa badak ini ke area aman di Hutan Lindung Lestari Kutai Barat. Menurutnya adanya badak di Kalimantan harus terus dilestarikan guna menjaga kelangsungannya di hutan konservasi Indonesia.