Ilustrasi dokterBalikpapan –

Hingga kini masih ada sekitar 3 ribuan puskesmas maupun puskesmas pembantu  khususnya yang berada di daerah-daerah terpencil atau dipelosok-pelosok daerah kabupaten maupun kota yang belum memiliki tenaga medis dokter.

“Dari 9 ribu puskesmas, 3 ribu yang belum terisi dokter, ini data dari Kementerian Kesehatan,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia,  Prof. Paul L Tahalele, Selasa (25/3).

Bahkan kata dia, ada sekitar 100-am rumah sakit kelas C dan D yang juga belum memiliki dokter bedah. “Itulah memang yang terjadi, karena memang tenaga dokter di Indonesia sangat kurang, berbeda dengan Negara Malaysia,” terangnya.

Disamping itu kata Paul, beberapa dokter muda juga enggan untuk ditempatkan didaerah-daerah pelosok. “Persoalannya karena distribusi dokter itu yang tidak diatur, sehingga mereka lulus lebih senang di tempatkan di kota-kota,” ujarnya.

Harusnya kata dia, untuk mengatasi ketimpangan yang terjadi antara daerah-daerah khususnya, ada regulasi yang mengatur tentang penempatan tenaga medis. Misalnya kata Paul, dokter muda yang baru lulus harus mau ditempatkan didaerah-daerah pelosok.

“Tapi kan sekarang tidak ada aturannya, mereka semaunya aja, dan tentu menolak untuk bertugas didaerah-daerah terpencil, harusnya selama dua tahun awal mereka ditugaskan di daerah-daerah terpencil, baru mereka bertugas di kota,” tuturnya.

Sebenarnya kata Paul, era sebelum reformasi, ada regulasi yang mengatur soal penempatan tenaga dokter. “Tapi sekarang aturan itu sudah dihapus ketika reformasi, mungkin ada baiknya ada aturan lagi soal itu, sehingga ada pemerataan tenaga medis,” ucapnya.

Jika tidak, daerah-daerah terpencil, akan banyak yang tidak memiliki tenaga dokter. Apalagi dokter speasialis. Karena rata-rata daerah-daerah tersebut, hanya dilayani bidan maupun perawat. “Jangan kan dokter spesilias, dokter umum saja belum tentu ada,” ungkapnya.

Soal tidak adanya tenaga dokter, didaerah-daerah yang sulit dijangkau, diakui,Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Farouk Ishak. “Iya kita masih banyak butuh tenaga dokter, apalagi dokter spesialis khususnya didaerah-daerah yang jauh,” ucapnya.

Awang mengatakan, pihaknya membuka lowongan sebanyak-banyaknya bagi dokter yang mau ditempatkan didaerah-daerah. Pihaknya kata Awang, bahkan siap memberikan smua fasilitas yang di inginkan untuk mendukung.

“Kami buka pintu seluas-luasnya, bagi dokter yang ingin mengabdi di Kaltim, karena memang kita sangat butuh dokter yang ditempatkan di puskesmas-puskemas, karena disini ada puskesmas yang juga buka 24 jam, dan puskesmas plus,” tukasnya.

Karenanya untuk ketersediaan tenaga dokter di Kaltim, pihaknya memberikan biaya sekolah bagi putra-putri daerah untuk mengenyam pendidikkan kedokteran. “Makanya ada siswa-siswi lulusan dari Kaltim yang kita beri beasiswa untuk sekolah kedokteran, sehingga ketika mereka lulus, mereka kembali ke Kaltim,” pungkasnya.