Zulkifli mengaku sudah ada kesepakatan dengan negara negara Eropa dalam aplikasi sistim SVLK untuk ekspor – impor kayu Indonesia. Indonesia akan berkomitmen dalam tata kelola kayu sesuai SVLK dan sebaliknya negara Eropa akan menutup transaksi impor kayu illegal.

“Ini akan menguntungkan bagi kedua pihak dan pembalakan kayu bisa ditekan,” paparnya.

Sistim kerjasama seperti ini, kata Zulkifli diharapkan juga terjadi pada Negara lain di luar Eropa seperti Amerika Serikat, China dan Australia. Namun Negara tetangga Malaysia malah belum bersedia menandatangani kesepakatan tata kelola kayu.

“Malaysia belum mau sistim ini,” ungkapnya.

Rombongan menteri langsung menuju lokasi menempuh rute Pelabuhan Sotek hingga kawasan hutan di Semboja Kutai Kartanegara. Dalam kawasan tersebut terdapat tata usaha kayu dan pengelolaanya sesuai kaidah SVLK.

Konsep legalitas kayu akan secara konsisten dilaksanakan 27 negara terkemuka dunia Eropa pada 2013 mendatang. Indonesia dan negara negara Eropa sudah komitmen dalam pemberantasan pembalakan liar dan perubahan iklim.

Sistim legalitas kayu secara bertahap sudah menjadi kebutuhan negara negara dunia lainnya. Negara Amerika Serikat, Australia hingga China mulai memperhatikan legalitas asal usul kayu dari negara negara berkembang.

Kedepannya sistim legalitas kayu akan menjadi pilihan utama negara negara dunia. Mereka akan langsung menolak produksi kayu yang belum mengantongi sertifkasi legalitasnya.