LAKI dan Pansus DPRD Balikpapan

LAKI dan Pansus DPRD Balikpapan

Balikpapan –

LSM Laskar Anti Korupsi (LAKI) Balikpapan mengklaim sejumlah pimpinan media massa setempat coba disuap dengan segepok uang berjumlah puluhan juta rupiah. Uang sebesar ini diperuntukan membungkam pemberitaan soal kasus korupsi membelit Wakil Wali Kota Balikpapan, Heru Bambang.

“Pimpinan media massa Balikpapan dibawakan uang segepok,” kata Ketua LAKI Balikpapan, Nurdin Ismail.

Nurdin enggan merinci media massa Balikpapan mana saja yang diduga menerima uang suap ini. Namun, dia menegaskan akurasi informasinya ini dari sumber terpercaya.

“Pimpinan media itu sendiri yang bilang pada saya. Mereka mengaku menolak pemberian itu,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, LAKI Balikpapan juga sempat ditawari uang Rp 20 juta dari orang orang dekat Heru Bambang. Dia menolak menyebutkan jati diri orang orang dimaksutnya itu.

“Tidak etis bila saya buka disini, tapi ada seperti itu. Saya bilang pada mereka, tidak terima kasih,” ujarnya.

LAKI Balikpapan konsisten membawa kasus ini ke jalur hukum. Kasus korupsi ini sudah dilaporkan pada Polda Kaltim, Mabes Polri, Kejaksaan, Kompolnas dan KPK. Nurdin memberikan tengat waktu dua bulan pada Polda Kaltim untuk menuntaskan kasusnya ke proses persidangan.

“Bila dua bulan mandeg, kita minta KPK untuk campur tangan,” tegasnya.

LAKI Balikpapan memenuhi panggilan Panitia Khusus DPRD Balikpapan untuk menelusuri asset daerah sesuai laporan lembaga ini.

Pansus nantinya juga memanggil seluruh unsur terkait seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN), perlengkapan daerah hingga terlapor Wakil Wali Kota Balikpapan, Heru Bambang.

“Bisa saja nanti kita panggil untuk mendapatkan kebenaran,” kata Ketua Pansus DPRD Balikpapan, Muhammad.

Muhammad menegaskan pembentukan pansus ini bebas dari kepentingan politis masing masing partai. DPRD Balikpapan hanya memastikan keberadaan asset daerah atas tanah seluas 5,3 hektare yang disebut diperdagangkan Wakil Wali Kota Balikpapan.

“Tiga bulan waktu untuk menelusuri asset daerah ini,” tegasnya.

 

Sebelumnya, LAKI merilis dugaan penjualan asset tanah daerah seluas 7 hektare dimana 5,3 hektare diantaranya adalah hak milik Pemkot Balikpapan. Pihak swasta, PT Indonesia Merancang Bangun (IMB) disebut telah mencairkan dana pembelian sebesar Rp 9,3 miliar yang dibuktikan lewat kwitansi pembayaran bermateri yang ada tanda tangan dan nama Heru Bambang.

LAKI menemukan modus pengalihan asset daerah seluas 5,3 hektare lewat jasa Andi Malik Tajuddin. Kemudian, Andi Malik Tajuddin memberikan kuasa kembali pada Heru Bambang untuk menjual tanah tersebut pada pihak ketiga.

Heru Bambang adalah Wakil Wali Kota Balikpapan berpasangan dengan Rizal Effendy pada pemilu 2011 silam. Dalam laporan kekayaan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku hanya memiliki harta senilai Rp 600 juta.

Namun demikian, pejabat ini sudah terkenal glamour lewat penampilan, rumah serta kendaraan roda empat dan dua. Heru Bambang juga menggemari hobie touring menunggang sejumlah motor besar serta trail milik pribadinya.

Heru Bambang merintis karir sebagai pegawai negeri sipil sebelumnya sempat menduduki jabatan strategis di Pemkot Balikpapan seperti Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendapatan Daerah dan Kepala Badan Perhubungan. Saat ini, Heru Bambang juga menjabat Ketua DPC Demokrat Balikpapan.