Bakso_DagingBalikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur rutin menggelar pengecekan daging giling yang berada di pasar-pasar tradisional. Pengecekan ini dilakukan guna memastikan penggilan daging untuk bahan bakso tidak dicampur/dioplos dengan daging babi yang kini marak terjadi di Jakarta.

“Kita pantau sejak dua hari lalu dan  kita ambil sampelnya hari ini  kita bawa ke Samarainda  (Balai POM) untuk cek laboratorium apa ada oplosan daging,” kata Kepala Dinas  Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Balikpapan Chaedar Chaerulsyah, Kamis (20/12).

Pemeriksaan  yang dilakukan DPKP sebagai langkah antisipatif dengan apa yang sedang  marak  terjadi di Ibukota apalagi sekarang ini masih terjadi kelangkaan pasokan daging segar. “Jadi kita lakukan penangkalan lebih dini melalui uji sampel penggilan daging. Soal kapan hasilnya nanti dari labnya melaporkan ke kita. Harapan kita tidak ditemukan daging oplosan sebab ini bahaya bisa berdampak pada usaha pentolan (bakso),”ujarnya.

Ia mengakui, pihaknya kesulitan  melakukan pemeriksaan daging oleh kalangan industri rumahan. Hal ini sulit terpantau mengingatkan penyebaran dan keberadaan yang belum terpantau dan terdata baik. “ Ini sulit untuk memantaunya karena tidak semua pembuat penggilan daging untuk pentolan daging ini lapor kekita. Kalau di pasar bisa mudah kita ketahui,”katanya.

Chaedar berharap minat masyarakat untuk menyantap daging sapi ataupun bakso tidak menurun akibat beredarnya praktek kurang terpuji oleh oknum pedagang di Jakarta. “ Ya kita berharap tidak seperti. Tapi memang dengan berkurang daging, harga naik bisa pihak-pihak yang tidak bertanggujawab memanfaatkan kesempatan ini. Makanya kita lakukan uji sampel daging. Kalau sejauh ini  tTemuan di Balikpapan belum ada tapi dulu disini ditemukan oplosan daging sapi dicampur daging payau,” sebutnya.

Chaedar juga memastikan penurunan permintaan daging di pasaran bukan dikarenakan adanya oplosan daging melainkan karena mahal harga daging akibat kelangkaan pasokan daging dari luar daerh seperti Sulawesi, Jawa Timur, Bali.

“ Stok sapi memang berkurang.  Selama satu tahun kebutuhan  sapi itu 15 ribu ekor kita dari dalam hanya mampu penuhi 1,5 persen saja. Di daerah seperti Surabaya dan daerah produsen sapi hanya beberapa titik saja seperti kayak di salah satu daerah di Sulawesi  sudah stop suplay ke kita sapinya. Dia masih penuhi kebutuhan dalam daerahnya dulu.  Kita tidak lagi dapat pasokan dari itu, dan kita lagi coba tambah dari NTB yang memiliki program 1  juta sapi,” paparnya

Sementara MUI Balikpapan pada Kamis besok (20/12) akan menggelar  rapat kordinasi dengan DPKP, Dinas Kesehatan kota Balikpapan untuk membahas seputar kasus ini. “ Jumat nanti kita akan lakukan tinjauan kelapangan karena ini juga harus disikapi secara serius. Kita berharap ini tidak terjadi di Balikpapan,” ujar Sekretaris MUI Kota H Idris.

Pencarian Populer:

jual daging babi di balikpapan