Pembangunan Bandara Sepinggan Terancam Semen
1 August 2013
ITK Terganjal, Menteri Pendidikan Turun Lapangan
6 August 2013

M Nuh : Agustus Sertifikat ITK Harus Selesai

Menteri M NuhBalikpapan –

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) menuntaskan sertifikasi 58 hektare lahan pembangunan Institut Teknologi Kalimantan di Balikpapan. Keterlambatan sertifikasi lahan berdampak fital terhadap progress pematangan lahan dan pembangunan fisik kampusnya.

“Saya minta Agustus sudah selesai sertifikatnya, jangan ditunda tunda lagi,” katanya saat meninjau lokasi pembangunan ITK, Senin (5/8).

Nuh mengatakan ketiadaan sertifikat lahan ini yang membuat tertundanya pembangunan fisik kampus ITK. Pencairan alokasi anggaran pembangunan ITK sebesar Rp 39 miliar juga terancam dibekukan sementara hingga pengajuan mata anggaran 2014 mendatang.

“Kalau sudah memasuki akhir tahun pengajuan anggarannya makin sulit,” ujarnya.

Sehingga saat sertifikat lahan tuntas Agustus, M Nuh mengatakan proses pembangunan fisik bangunan ITK akan berjalan kembali. Penyerapan anggaran juga maksimal sehingga tidak kembali tertunda pada alokasi 2014.

“September sudah mulai pembangunan kembali dengan adanya sertifikat lahan,” paparnya.

Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengaku heran dengan keterlambatan proses sertifikasi lahan jadi kewenangan BPN ini. Dampak negative langsung dirasakan dimana DPR RI menolak mencairkan anggaran pembangunan ITK.

Lahan tersebut sebenarnya merupakan hasil tukar guling antara Pemprov Kaltim dan PLN. PLN sendiri sudah membangun pembangkit listrik 2 x 100 MW diatas lahan yang dulunya milik Pemprov Kaltim.

“PLN sudah membangun pembangkit di lahan bekas milik kami. Tidak ada masalah, meskipun tanahnya juga belum sertifikat. Giliran kami membangun lahan bekas PLN, kenapa jadi masalah,” tuturnya.

Sehubungan itu, Awang meminta penuntasan segera sertifikasi lahan seluas 58 hektare sudah dijanjikan pada Kementerian Pendidikan. Dia menargetkan bulan Agustus nanti sudah menyerahkan lahan tahap awal seluas 100 hektare dari total keseluruhan 200 hektare.

ITK sudah memiliki sebanyak 185 mahasiswa yang mayoritas adalah siswa siswa Kalimantan. Sementara ini, mereka melaksanakan aktifitas belajar mengajar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Fisik ITK sudah bisa terbangun minimal untuk gedung belajar, Laboratorium dan ruang administrasi di atas lahan seluas 200 hektare. Berdasarkan aturan, syarat pendirian institut minimal 6 program studi.

Satu program studi harus ada enam dosen tetap. Misalnya jurusan Teknik mesin, elektro, industry ,sipil, lingkungan. Pendidikan teknik ini harus imbangi oleh pendidikan science seperti Matematika, Fisika dan Kimia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *