Pertamina Hadir di Banjir Samarinda
12 June 2019
Akses Bandara Samarinda Masih Terganggu Banjir
14 June 2019

Listrik PLN Masuk Pedalaman Kalimantan

NewsBalikpapan –

Jaringan listrik PLN   masuk di Kecamatan Bongan di Kutai Barat Kalimantan Timur (Kaltim). Kecamatan ini merupakan area pedalaman  berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Kami sudah lama menantikan jaringan listrik di kawasan ini,” kata Bupati Kutai Barat, FX Yapan, Jumat (14/6/2019).

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Kalimantan Timur Utara (Kaltimra) meresmikan PLTD Bongan 2 x 500 kW. Pembangkit listrik ini kemudian menerangi area Bongan terdiri lima desa; Desa Bukit Harapan, Resak, Jambuk, Jambuk Makmur, dan Muara Gusik.

Yapan mengatakan, warga pedalaman puluhan tahun mendambakan jaringan listrik murah. Keberadaan jaringan listrik ini, menurutnya, akan jadi motor roda perekonomian, pendidikan, kesehatan hingga optimalisasi layanan publik masyarakat.

“Masuknya listrik PLN agar pelayanan masyarakat lebih optimal,” ujarnya.

Warga Bongan, Nasrullah menyebutkan, wargga butuh jaringan listrik  murah bagi keberlangsungan mereka.  Sebelumnya, warga Bongan hidup prihatin mengandalkan aliran listrik swadaya desa maupun pribadi.

“Pasokan listriknya mengandalkan genset milik desa atau warga,” paparnya.

Masyarakat akhirnya terbebani biaya operasional bahan bakar minyak (BBM) genset yang tinggi. Padahal jaringan listriknya sendiri dioperasikan hanya malam hingga dini hari.

“Biaya operasional yang dikeluarkan untuk mencukupi kebutuhan energi listrik sehari-hari relatif tinggi untuk durasi 4 hingga 5 jam saja,” keluhya.

Sedangkan listrik PLN sekarang ini, lanjut Nasrullah, durasi operasionalnya lebih lama dibandingkan genset. Warga juga tidak terbebani tagihan tinggi jaringan listrik PLN ini.

“Sehingga kami bisa nyaman menggunakan listrik untuk mendukung aktivitas sehari-hari,” paparnya.

Manager Unit Pelaksana Pelayanaan Pelanggan Samarinda, Yuliandra Syahrial Nurdin menambahkan, pengerjaan jaringan PLTD Bongan dilaksanakan pertengahan tahun lalu. Proyeknya berjalan lancar hingga mampu beroperasi masuk bulan Mei 2019.

“Sebenarnya sudah selesai sebulan lalu,” paparnya.

PLN membentang jaringan listrik tegangan 20 kV sejauh 37,14 Kms menjangkau area Bongan. Bukan hanya itu, jaringan listrik tegangan 1.550 kVA pun sepanjang 21,83 Kms pun disiapkan guna menerangi 800 pelanggan.

“Jaringan listrik tegangan menengah dan rendah menjangkau langsung masyarakat,” papar Yuliandra.

Jaringan listrik PLN ini, sambung Yuliandra diyakini mampu memenuhi kebetulan masyarakat Bongan. Ia bahkan memastikan jaringan masih berpotensi penambahan 2 ribu pelanggan baru.

Sementara ini, sistim kelistrikan PLTD Bongan memang masih beroperasi 12 jam sejak pukul 18.00 hingga 06.00 Wita.  PLN berkomitmen perluasan jaringan listrik ke sejumlah desa lain yang teraliri listrik.

“Sehingga listrik PLN bisa dirasakan merata untuk seluruh warga disana,” ujarnya.

Yuliandra menyatakan, pembangunan jaringan listrik terealisasi tepat waktu berkat dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, bukan perkara mudah membangun jaringan listrik di remote area pedalaman Kalimantan.

“Tanpa sinergi pasti sulit PLN dan pemda menyelesaikan program ini,” tuturnya.

Dalam banyak kesempatan, PLN Kaltimra mendeklarasikan wilayah pelosoknya segera teraliri listrik. Sebanyak 748 desa sudah menikmati listrik PLN dari total keseluruhan 1.038 desa di Kaltimra.

Agar programnya sukses, Yuliandra meminta masyarakat pun menjaga infrastruktur PLN sudah terbangun. Masyarakat diminta melaporkan praktek perusakan hingga pencurian listrik pada aparat kepolisian.

PLN Kaltimra fokus pembenahan elektrifikasi di daerah daerah sulit terjangkau. Genap tiga bulan lalu, mereka sukses meresmikan jaringan listrik di Krayan Selatan Nunukan yang menjadi perbatasan Indonesia – Malaysia di Kalimantan Utara (Kaltara).

Listrik warga Krayan Selatan dialiri pembangkit disel berdaya 2×63 kVa (Long Layu)  dan 2×32 kVa (Pa’ Upan). Listrik ini sekarang sudah bisa dinikmati 332 warga setempat.

PLN berjuang ektra keras membangun jaringan listrik di Krayan yang berbatasan dengan Malaysia. Akses menghubungkan kecamatan ini adalah pesawat udara penerbangan perintis milik swasta.

Perusahaan strum ini lantas mengangkut material kelistrikan mempergunakan jalur transportasi udara. Selama bulan April itu, PLN akhirnya mampu mengupayakan listrik terpasang di Krayan Selatan.

Di lokasi Krayan Selatan ini, PLN menyambung jaringan listrik Long Layu dan Pa’ Upan melalui jaringan tegangan rendah sepanjang 4.100 meter. Ada pula sambungan kabel antar rumah sepanjang 1.750 meter.

Jaringan listrik ini akhirnya mampu menghidupkan kualitas warga setempat. Fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, kantor kecamatan, kepolisian, dan lainnya kini dapat melayani warga secara lebih baik dan membuat geliat ekonomi di sana menjadi lebih hidup.

Berbicara soal listrik, PLN sebenarnya punya rencana besar penggabungan kelistrikan Kalimantan; Sistem Mahakam, dan Sistem Barito.

Prosesnya berjalan bertahap dimana kini infrastruktur jaringan Kaltim dan Kaltara sedang disiapkan. Listrik dua provinsi berdaya 760 MW di Kaltimra.

Saat bersamaan, PLN juga menyiapkan jaringan terhubung Kaltim dan Kalsel. Peleburan listrik tiga provinsi mengumpulkan daya 1.560 MW yang berguna bagi seluruh Kalimantan.

Sistem baru surplus listrik 450 MW bisa berguna bagi penerangan warga pedalaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *