ilustrasi  heliNewsBalikpapan –

Komando Daerah Militer VI Mulawarman menerbangkan tiga helicopter untuk melanjutkan proses pencarian 13 korban jatuhanya M1-17 di Malinau Kalimantan Utara. Proses pencarian akan dimulai lagi dini hari nanti di sekitar lokasi jatuhnya helicopter TNI di perbatasan ini.

“Kami siapkan tiga helicopter untuk pencarian korban,” kata Kepala Penerangan Kodam Mulawarman, Kolonel Legowo Sujatmiko, Minggu (10/11).

Legowo mengatakan dua helicopter milik PT Pertamina yang diperbantukan dalam proses pencarian korban. Satu helicopter milik Kodam Mulawarman jenis M1-17 atau serupa dengan pesawat yang jatuh di perbatasan Indonesia – Malaysia ini.

Helicopter tersebut nantinya dipergunakan untuk mengangkut sebanyak 30 tim evakuasi yang beranggotakan unsur TNI, SARS dan masyarakat. Tim ini nantinya menyisir lokasi jatuhnya helicopter di kawasan pegunungan dan belantara Kalimantan.

“Helicopter nantinya menurunkan satu persatu personil di lokasi jatuhnya helicopter. Ini satu satu cara lewat evakuasi jalur udara,” paparnya.

Sebelumnya, TNI terpaksa menghentikan proses pencarian korban jatuhnya helicopter memuat 19 penumpang. Mereka mengevakuasi enam korban yang seluruhnya mengalami luka bakar serius.

“Untuk menghindari resiko lebih tinggi, karena medannya sangat sulit,” tutur Legowo.

Para korban ini sudah mendapatkan perawatan pihak medis RSAL Tarakan. Mereka itu adalah Sertu Joko,  Praka Sidurian, Mendan, Albert, Ferdy  dan Njuk. Adapun korban masih dicari yaitu  Kapten CPN Wahyu Ramadhan, Kapt Czi Sardi, Lettu CPN Agung Budiharjo, Lettu CPN Rahmad, Serka Aan, Dessy, Wahyu, Ling Ling, Asun, Sam, Robert, Ging dan Bilung Lengkang.

Helicopter TNI jatuh posko pengamanan Bulan Long Pujungan Malinau Kalimantan Utara. Pesawat TNI ini disebut sebut membawa 19 penumpang dan 1.800 kilogram logistic untuk pembangunan pos pengamanan perbatasan.

Belum diketahui penyebab jatuhnya helicopter ini di perbatasan Malaysia ini. Bandara Tarakan lepas contak dengan pilot pesawat setelah beberapa saat lepas landas.