Lapangan South Mahakam, kata Leo terdiri dari tiga anjungan yang mampu berproduksi gas. Masing masing anjungan tersebut mampu memproduksi gas secara terus menerus.

“Lapangan South Mahakam ini produksinya terbilang tinggi dibandingkan lapangan lain di Indonesia,” paparnya.

Leo mengatakan perusahaanya sedang menuntaskan proses pemasangan infratruktur pipa gas menghubungkan site Senipah dengan ladang South Mahakam yang berada di wilayah Kutai Kartanegara. Pipa pipa gas ini sepanjang 67 kilometer yang melintasi daratan serta laut di Kalimantan Timur. Opsticanadan

“Selama tujuh bulan menjadi target kami dalam pengerjaan pemasangan pipa,” paparnya tanpa menyebutkan nilai investasi sudah disiapkan.

“Itu wewenang BP Migas untuk menyebutkan nilainya, meskipun kami juga tahu besarannya,” imbuhnya.

Total Indonesie mulai menggelar pipa gas di sepanjang laut Kalimantan Timur pada 23 November 2011 nanti. Diteruskan proses penanaman pipa hingga menuju Senipah serta pembangunan anjungan South Mahakam pada Maret 2012 mendatang.

“Selesai pada Maret mendatang membangun anjungan,” ungkapnya.

Total Indonesie memiliki sekitar 1.100 sumur minyak gas yang hampir setengahnya atau sebanyak 660 mampu berproduksi. Hingga kini, perusahaan minyak gas ini mampu memproduksi sebanyak 2.300 MMSCFD gas dari Delta Mahakam.

Total Indonesie sedang mengembangkan produksi minyak gas di site Senipah, Peciko – South Mahakam (SPS), South Mahakam, Peciko dan Rubi.

Selain gas, tercatat site SPS juga menghasilkan 68 ribu barrel minyak mentah hasil eksploitasi South Mahakam, Peciko dan Rubi. Produksi gas SPS Total terbagi untuk kepentingan suplai permintaan luar negeri.

Total Indonesie mampu memproduksi 2.300 MMSCFD serta 68 ribu barel minyak mentah untuk setiap harinya. Produksi Total Indonesia bersumber dari ladang minyak Bekapai, Peciko, South Mahakam, Tambora CPU, SPS, Handil, centra processing unit, north processing unit dan south processing unit. dns information .