NewsBalikpapan

Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur memberangkatkan sebanyak 24 guru guru Bahasa Inggris ke Cambridge Inggris bulan April mendatang. Para guru pengajar jenjang pendidikan SMP – SMA ini akan mendalami teknik belajar mengajar keilmuan Bahasa Inggris ke pusatnya di Bell School Cambridge University Inggris selama 1,5 bulan kedepan.

“Guru guru ini merupakan hasil seleksi program serupa yang sudah dilaksanakan tahun 2016 silam,” kata Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, Rabu (1/2).

Kabupaten Kutai Kartanegara sudah mengirimkan sebanyak 40 guru guna mendalami teknik belajar mengajar bahasa Inggris di Bell School Cambridge University pada 2016 silam. Kali ini, mereka menseleksi sebanyak 24 guru yang merupakan lulusan terbaik peserta program pendidikan di Bell School Cambridge University pada bulan April nanti.

“Sebanyak 24 guru diantaranya akan mengikuti proses pendalaman kembali di Bell School Cambridge University. Agar mereka mempunyai pendalaman bahasa Inggris yang makin baik,” papar Rita.

Guru guru ini, kata Rita nantinya akan diminta menjadi mentor teknik belajar mengajar Bahasa Inggris di sekolah sekolah Kutai Kartanegara. Mereka bisa membantu merumuskan kurikulum teknik belajar Bahasa Inggris yang paling gampang dipahami para siswa pelajar Kutai Kartanegara.

Rita berharap Kabupaten Kutai Kartanegara makin melek pemahaman Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari sehari. Dia ingin mengadopsi perkampungan Bahasa Inggris di Pare Kediri bisa juga direalisasikan di Pulau Komala Tenggarong.

“Bila semua sudah berjalan lancar diharapkan ada kelas kelas kecil belajar bahasa Inggris di Pulau Komala. Bisa membantu sumber daya manusia dan potensi pariwisata Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Sehubungan itu, Rita tidak segan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 21 miliar guna peningkatan sumber daya  manusia (SDM) masyarakat Kutai Kartanegara. Anggaran ini diperuntukan enam kegiatan diantaranya program CELTA (Rp 6,1 miliar), pengadaan 42 ribu buku sekolah (Rp 8 miliar), pelatihan reguler Bell School Cambridge University (Rp 850 juta), pelatihan 82 guru Kutai Kartanegara (Rp 2,1 miliar), pengadaan buku pegangan guru guru (Rp 2,1 miliar) dan sarana prasarana lainnya.

“Saya yakin alokasi anggaran ini guna investasi jangka panjang peningkatan kualitas SDM Kutai Kartanegara. Saya yakin karena hasilnya sangat jelas dimasa mendatang,” paparnya.

Salah seorang guru yang lolos seleksi, Indra Gunawan menambahkan pengalamannya selama 40 hari mengikuti proses pendalaman Bahasa Inggris ke pakarnya di Bell School Cambridge University. Menurutnya para mentor Bell School Cambridge University menerapkan teknik belajar mengajar Bahasa Inggris yang sangat menyenangkan bagi para siswanya.

“Teknik pengajarannya sangat menyenangkan dimana terjadi interaksi antara mentor dan siswanya. Tidak melulu di ruangan terus menerus, terkadang juga keluar kelas hingga memasak kue. Semua berjalan sangat menyenangkan dalam belajar Bahasa Inggris,”  ungkapnya.

Pengalaman berharganya ini, menurut Indra yang akan coba diterapkan dalam proses belajar mengajar para siswa di Kutai Kartanegara. Guru honor ini menyakini teknik barunya akan mampu merangsang seluruh siswanya agar lebih semangat belajar Bahasa Inggris.

“Kebetulan dipilih kembali untuk memperdalam ilmu Bahasa Inggris ke Bell School Cambridge University. Saya sangat bangga sekali,” ungkapnya.

Direktur Cultural Exchange and International Education Foundation (CEIEF) Kalimantan Timur, Parawansa Assoniwora, mengatakan program kerjasama peningkatan SDM ini pertama kali dilakukan antara Bell School Cambridge University dan Pemkab Kutai Kartanegara. Menurutnya program program seperti ini nantinya bisa menjadi program unggulan guna makin meningkatkan kemampuan SDM daerah.

“Baru pertama kalinya dilakukan kerjasama dengan Pemkab Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

Parawansa menyakini program program ini nantinya akan menjadi percontohan dilaksanakan pula daerah daerah lainnya di Indonesia. Menurutnya masing masing pemerintah kabupaten/kota berinisiatif menjalin kerjasama dengan universitas ternama dalam dan luar negeri.

“Untuk meningkatkan kemampuan SDM di masing masing daerah. Pemkab Kutai Kartanegara sudah terlebih dahulu menjadi pioner menjalin kerjasama dengan Bell School Cambridge University,” tuturnya.