batu baraBalikpapan –

Kekagumanan dan komitmen pemkot dan DPRD Balikpapan menjaga lingkungan seperti pelarangan pengerukan batu bara dilontorkan  DPRD Nusa Tenggara Barat(NTB) yang melakukan kunjungan kerja ke DPRD Balikpapan, Senin pagi kemarin (22/4).Kunjungan kerja yang dipimpin Ketua DPRD provinsi NTB Lalu Sudjirman bersama sektiar 10 anggotanya.

Kekaguman ini dilontarkan oleh anggota DPRD NTB Lalu Ginawang yang melihat Balikpapan sebagai miniature Indonesia mampu menjaga komitmen itu. Apalagi dengan gaya Ketua DPRD Andi Burhanuddin Solong yang dinilai tegas, pro kepada masyarakat dan kerap mengingatkan anggotanya untuk memahami setiap aturan hukum yang lahir walaupun kerap membingungkan pemerintah daerah.

“Jarang sekali pak, bapak-bapak Ketua DPRD didaerah-daerah yang kita kunjungi tidak seperti pak Ketua DPRD Balikpapan. Seperti yang saya dengar langsung penyampainya. Luar biasa sekali semangat 45. Ini yang menarik. Mengedepankan kepentingan rakyatnya. Kalau seperti ini Ketua DPRD  se Indonesia rakyat akan sejahtera. Insyallah,”tutur Lalu Ginawang, kemarin.

Ginawangpun merasa kaget dengan kesederhanaan dari Ketua DPRD yang komitmen untuk tdak memperkaya diri. “ Seharus sudah memiliki dua mobil Hammer digarasi tapi  itu tidak ada. Oh hanya karimun ya ,” katanya.

Ginawang pun apreasiasi terhdapa kebijakan dan komitmen pemkot dan DPRD serta masyarakat yang mendukung upaya perlindungan lingkungan yang tidak mengizinkan penambangan.

“Sementara disini tetap mendapatkan dana bagi hasil dari daerah-daerah sekitar yang menggali tambang. Ditempat kami ada tambang  timah yang luar biasa setelah 20 tahun habis kontraknya kami tidak bisa berdaya, tidak dapat apa-ap. Gigit jari kita,”katanya.

Karena itu bagaiman dengan pengusaha yang akan melakukan peluang investasi di Balikpapan?. “Apa saja yang harus dipersyaratan sehingga investasi dapat berjalan disini,” ucap Ginawang yang juga seorang pengusaha di NTB ini.

“Kami pun melihat Balikpapan melalui udara, kemajuan sangat pesat dan tidak terlihat adanya agalian tambang,” sambung Ginawang

Menanggapi pujian ini, Andi Burhanuddin Solong yang akarab disapa ABS dalam rapat itu hanya tersenyum saja sambil mengepulkan rokok ditangan. Iapun menjelaskan bahwa dalam UU 4  tentang Minerba tidak ada larangan bagi pemkot melakukan penambangan.

“Saya sudah ditegur oleh Kementerian ESDM tapi kami tegaskan ini komitmen politik yang mengharamkan penambangan. Keculai kami buat aturan perda, baru kami melanggar aturan UU 4 tahun 2009 itu,”jelas ABS  didampingi Wakil Ketua Syukri Wahid, Ketua Komisi II Patly Parakkasi dan sejumlah anggota komisi II lainya.

Iapun mempersilakan kepada investor untuk melakukan penanaman modal di Balikpapan dalam bentuk lain seperti jasa, perdagangan dan perindustrian. “Asal jangan tambang. Disini haram,”tegasnya.

Menurut ABS penambangan diyakini justru akan berimbas pada infrasktruktur  kota dan APBD. “ Kalau kita biarkan penambangan, kedepan ini akan jadi beban infratruktur dan APBD kita. Kalau tambang reklamasi tidak jelas,”tandasnya.

Kedatangan rombongan DPRD NTB bersama ketua DPRD NTB ke Balikpapan nilai ABS merupakan hal langka provinsi belajar dengan kota/kabupaten.

“Ini langka dan suat kehormatan kunjungan provinsi ke Balikpapan. Mungkin mereka mendapat kabar bahwa Balikpapan komitmen tidak melakukan penambangan. Tapi mereka kesini juga menanyakan soal eksistensi badan musyarawarah DPRD,” ucap politisi Golkar ini.