Dari tinjauan tersebut diketahui pembangunan dua ruang kelas rencananya akan digunakan untuk kelas IPA yakni satu dalam tahap penyelesai dan satu dalam masa perawatan. 

“Sedangkan untuk lantai II rencananya akan digunakan laboratorium Bahasa belum dibangun. “Itu masuk dalam pembangunan tahap II, lagi proses lelang,” ujar Politisi Golkar ini.

Abdullah juga menyatakan tidak ada proyek mangkrak dari pembangunan dua ruang kelas ini. “ Karena memang anggaran baru pada tahap pertama,” katanya.

Baik kontruksi maupuntembok bangunan nilai Abdullah sangat kokoh dan sesuai dari sisi teknisi. “ Pagu pembangunan tahap I ini Rp692 juta. Sekarang masih dalam proses perawatan hingga April mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA 8 Imam Sujai mengatakan penggunaan bangunan ini diperkirakan baru bisa digunakan pada penerimaan siswa baru tahun mendatang.

“Bangunan ini masih dalam masa perawatan hingga 18 April mendatang. Sedangkan tahap II juga akan dilakukan pembangunan pada tahun ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu,Imam Sujai didampingi Zainuri wakil Bidang Kurikulum juga meninjau lokasi kelas tambahan dua lantai sebanyak tiga ruang kelas yang baru dibangun sejak 2009 lalu. 

Bangunan itu mengalami retak dibagian sambungan gedung pertama yang dibangun tahun 2004 silam. “Ini memang sambungan dari bangunan lama ke bangunan baru. Seharusnya memang tidak disambung,” tambah Zainuri. 

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Komisi III yangikut meninjau seperti Andi Muttawali, Fahrur Razi, Sabaruddin. “Memang seharusnya bangunan lama tidak disambung ke bangunan baru harus diberi sedikit jarak. Karena bangunan baru ini pondasinya berdiri diatas rawa. Jadi terjadi pergeseran,” timpal Andi Muttawali.

Melihat hal ini, Komisi III menyarankan kepada Diknas untuk melakukan perawatan. “Agar nantinya tidak merembek ke bagian lain,” kata Abdullah.