“Kita minta itu dilakukan razia, untuk menekan angka kecelakaan roda dua khususnya bagi generasi muda/pelajar kita ini,” tandasnya terkait maraknya kecelakaan dan ugal-ugalan remaja dalam berkendaraan, kemarin.

Ia menilai jika kebijakan ini (razia) ini dilakukan secara konsisten dan rutin diyakni akan mengurangi angka kecelakaan.

“Setidaknya langkah pencegahan telah dilakukan. Kalau ini berjalan terus kita yakin akan turun angka kecelakaan. Sambil dilakukan langkah-langkah lainya,” imbuh politisi Golkar ini.

Menurut Abdullah program penyuluhan yang dilakukan sekolah mampu aparat kepolisian dinilai sudah cukup memberikan pemahaman namun itu tidak cukup.

“ Selanjutnya peran penting orangtua untuk selalu mengawasi dan melarang anak menggunakan kendaraan bermotor kalau belum waktunya. Keselamatan anak jauh lebih penting. Disini kita butuh peran orangtualah,” ujarnya.

Solusi lainya untuk menekan terjadi aksi kebut-kebutan liar yang dilakukan pelajar yakni dengan menyediakan sirkuit, namun kata Abdullah lagi-lagi sangat bergantung pada kemampuan anggaran pemkot.

“Karena semua mendesak. Jadi harus dikembalikan pada kemapuan anggaran,” tukasnya.