Peresmian South Mahakam

Peresmian South Mahakam

Balikpapan –

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) meminta kolaborasi antara perusahaan BUMN, BUMD dan multi nasional dalam pengelolaan blok Delta Mahakam Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Pengelolaan blok migas ini makin menghangat jelang berakhirnya kontrak karya yang sebelumnya dikuasai Total E&P Indonesie.

“Harus ada kolaborasi antara BUMN, BUMD dan perusahaan multi nasional,” kata Kepala SKK Migas, Rudi Rudibiandini, Kamis (17/1) petang.

Rudi mengatakan perlu adanya skill keahlian tinggi dalam pengelolaan industry migas termasuk tingginya besaran investasi nantinya dibutuhkan. Perusahaan sekelas BUMN apalagi BUMD, menurutnya akan kesulitan dalam pemenuhan kewajiban eksplorasi hingga eksploitasi untuk memenuhi kebutuhan energy nasional.

Pemerintah sendiri, kata Rudi hanya mengandalkan pemenuhan migas jangka pendek lewat proses eksploitasi dilaksanakan Total ini di Blok Mahakam. Sedangkan untuk jangka menengah sedang diupayakan dilakukan di Blok Cepu Jawa Tengah.

“Pemerintah hanya mengandalkan Blok Mahakam ini untuk jangka pendek, demikian pula Blok Cepu untuk jangka menengah. Untuk jangka panjang, sedang di upayakan,” paparnya.

Ladang South Mahakam, kata Rudi mampu menghasilkan 250 juta standar metric kaki kubik per hari (MMSCFD) gas dari produksi Total E&P Indonesie. Blok Mahakam sendiri mampu menghasilkan total produksi gas sebesar 2.300 juta standar metric kaki kubik per hari dari lapangan Bekapai, Peciko, South Mahakam, Tambora CPU, SPS, Handil, centra processing unit, north processing unit dan south processing unit.

Namun demikian, Rudi menegaskan keputusan perpanjangan kontrak Blok Mahakam jadi keputusan mutlak pemerintah pusat. SKK Migas, menurutnya sekedar melaksanakan segala keputusan tentang siapa nantinya dipercaya mengelola Blok Mahakam.

“Siapapun yang ditunjuk, SKK Migas akan siap membimbing perusahaan ini dalam mengelola Blok Mahakam,” ujarnya.

Rudi Rubiandini meresmikan lapangan South Mahakam yang jadi pengelolaan Total E&P Indonesie. SKK Migas menggantikan Menteri ESDM yang dijadwalkan memimpin proses seremoni peresmian Lapangan South Mahakam yang menelan total dana investasi sebesar 832 juta US dolar.