Menurut Suseno kenaikan tarif angkutan kota  untuk penyesuaian kenaikan bbm lebih realistis dibanding dengan pemberian subsidi kepada angkutan kota yang jumlah hampir 2000 kendaraan. Dishub Kota Balikpapan memperkirakan dengan naiknya harga BBM menjadi Rp6000/liter,  kenaikan tarif angkot bisa berkisar antara  500 hingga 1000 rupiah.

Meski demikian Ia khawatir naiknya tarif angkot tersebut  akan berimbas pada minat masyarakat untuk menggunakan angkot . “Sehingga lebih memilih menggunakan sepeda motor  yang berdampak pada tinggi pertumbuhan penggunaan kendaraan bermotor. Makanya besarannya naik berapa kita hitung dengan hati-hati kalau terlalu tinggi pasti banyak beralih kendaraan roda dua,” terangnya.

Soal adanya wacana subsidi untuk angkot yang diusulkan DPRD Kota Balikpapan dan Forkopab) (Forum Komunikasi Pengemudi Angkot Balikpapan atas dampak dari adanya rencana pemerintah menaikan harga bbm per 1 April mendatang, Suseno  menilai subsidi itu justru besarnya sangat membebani APBD Kota Balikpapan.

“ Kalau dihitung berarti kita harus keluarkan setiap harinya Rp60 juta bagi subsidi BBM sebanyak 1958 angkot se Balikpapan,” kata Suseno.

Menurutnya  pemerintah diperkirakan harus mengeluarkan dana sekitar 60 juta  perhari untuk 1958 angkot yang mendapatkan subsidi 20 liter premium/hari. Suseno menilai subsidi juga bisa diberikan terhadap pajak angkot dan spare part kendaraan,  namun harus dikomunikasikan dengan pemerintah pusat.