Ilustrasi airNewsBalikpapan –

DPRD Balikpapan Kalimantan Timur memprotes kenaikan tariff air PDAM yang tidak dibarengi layanan maksimal. PDAM Balikpapan menaikan tariff tagihan air per tahun sesuai tingkat inflasi.

“Tarif PDAM tiap tahun selalu naik, tapi setiap tahun keluhan masyarakat juga meningkat,” kata Anggota DPRD Balikpapan, Riza Permadi, Jumat (7/11).

Reza mengatakan ada peraturan daerah Balikpapan yang memberikan wewenang untuk menaikan tariff air per tahunnya. Menurutnya harus ada revisi perda Balikpapan untuk melindungi kepentingan masyarakat secara luas.

“Kita ingin lihat yang salah itu dimana letaknya. Kalau tariff direvisi ya Perdanya harus juga  direvisi,” paparnya.

Komisi I DPRD Balikpapan, kata Riza sudah mengagendakan jadwal soal keluhan tariff air masyarakat pada Desember nanti. Pasokan air hanya dinikmati sebagian kecil masyarakat saja.

“Air tidak mengalir di pelanggan daerah tinggi sedangkan tagihannya jalan terus,” ujarnya.

PDAM Balikpapan mengeluhkan layanan pasokan air yang menurun hingga 80 persen.

Hal ini disamping keterbatasan pasokan air baku, juga dikarenakan makin bertambahnya pertumbuhan penduduk dan kawasan baru.

“Karena kita saat ini hanya punya 900 per detik, padahal kita perlunya 1.600 per detik, Itu waduk Tritip kapasitasnya 175 liter per detik, artinya bisa melayani 16 ribu pelanggan,” kata Direktur PDAM Balikpapan, Soufan.

Balikpapan juga terancam krisis air pada 2017 mendatang bila pembangunan Waduk Teritip tertunda.

Pencarian Populer:

pdam balikpapan, tarif pdam balikpapan