Para guru pegawai negeri sipil

Para guru pegawai negeri sipil

Balikpapan –

Angka kelahiran di Kalimantan Timur (Kaltim) lebih tinggi ketimbang, angka kelahiran secara nasional. Angka kelahiran di Kaltim tahun 2012 mencapai 2,7 persen, dibanding secara nasional 2,6 persen. Angka tersebut, bahkan meningkat dibanding lima tahun lalu yang hanya sekitar 2,2 persen.

“Jadi Kaltim lebih tinggi ketimbang angka kelahiran secara nasional, saya melihat dari survey demografi yang dilakukan oleh BPS. Mereka memang belum mendatanya hingga ke kabupaten/kota,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Balikpapan Sri Wahyuni.

Menurut Wahyuni, tingginya angka kelahiran itu kata dia, disebabkan karena pola pemikiran masyarakat Kaltim. Meski sudah ada motto dua anak saja cukup, laki-laki maupun perempuan, namun masyarakat masih menganggap dua anak saja belumlah cukup.

“Pemahaman itu yang mungkin kita (masyarakat Kaltim) belum sampai, artinya belum seluruhnya itu paham benar,” imbuhnya.

Disamping itu kata dia, ada system kelahiran antara anak pertama dan selanjutnya yang tidak terprogram dengan baik di masyarakat.  Hal itu ungkap Wahyuni, justru menjadi hambatan program KB yang dilakukan.

“Yang lain lagi karena di samping dua anak tidak cukup, ada system penjarahan kelahiran kadang-kadang kan karena gak ikut KB sehingga waktu lamanya antara anak pertama dan berikutnya akhirnya tidak tercapai sesuai dengan yang diinginkan, Akhirnya program KB disitu hambatan-hambatannya,” tuturnya.

 

Khusus di Kota Balikpapan, Wahyuni justru membantah program KB tidak berjalan baik, terkait angka kelahiran yang tinggi itu. “Program KB –nya berjalan, kesadaran masyarakat untuk KB juga bagus, saya tidak bawa datanya,” imbuhnya.

Namun Wahyuni mengakui, kesadaran pria ber KB yang masih rendah. Bahkan jumlah pria yang ber KB tidak banyak. “Kesdaran laki-kali ber KB justru masih kecil, tapi masih ada sih, gak ingat jumlahnya. Pria ber KB kan bukan hanya melalui vasektomi tapi kondom juga menjadi salah satu yang disebut KB pria,” paparnya.

Angka kelahiran yang tinggi itu, juga berdampak pada angka kematian ibu melahirkan yang juga tinggi. Sebelumnya Dinas Kesehatan Kaltim bahkan menyebutkan, terjadi trend peningkatan kematian ibu melahirkan sejak 2010 hingga 2012 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Tini Retno Sukesi mengatakan, dari 14 kabupaten dan kota di Kaltim, Kabupaten Kutai Kertanegera (Kukar) menempati urutan pertama. “ Angka kematian ibu tahun 2012 lalu berjumlah 27 orang,” pungkasnya.