Dengan kecepatan sedimentasi seperti itu kini kedalaman Teluk Balikpapan di bagian yang terdalam tinggal 22 meter. Sampai tahun 2005, kedalaman tersebut masih mencapai 39 meter.

“Itu ancaman serius bagi operasional Pelabuhan Peti Kemas Kariangau. Kalau tidak dikeruk tentu akan bias bikin kandas kapal. Kalau dikeruk, biaya berlabuh pasti jadi mahal karena ada ongkos keruk alur pelayaran,” sambung Stan.

Sementara itu, menurut Lhota dan juga Jufriansyah Koordinator Konsorsium Lembaga Swadaya Masyarakat Balikpapan dan Penajam Paser Utara yang menyuarakan penolakan atas perluasan KIK tersebut, kini juga sudah banyak terumbu karang yang mati karena tertutup endapan lumpur sedimentasi.

“Ini kawasan terumbu karang Batu Kapal sudah mati separuh karena tertutup endapan,” kata Lhota. Ia memperlihatkan dua foto yang diambilnya pada periode berbeda. Satu foto tahun 2005 saat terumbu karang itu masih hidup dan kemudian foto terbaru 2011 dimana karang-karang sudah mati tertutup lumpur. “Terumbu karang ini ada di dekat lokasi PT DKI (Dermaga Kencana Indonesia),” ungkap Lhota.

Padahal terumbu karang adalah juga tempat hidup dan berkembang biak ikan, sama seperti juga kawasan mangrove, jelas Jufri. Padahal juga, tukas Lhota, perusahaan sudah berusaha mengurangi sedimentasi yang masuk ke Teluk dengan membuat kolam sedimentasi. “Itu tanda sesungguhnya kawasan Teluk Balikpapan tidak cocok untuk dijadikan kawasan industri,” tegas Lhota.

Dengan matinya terumbu karang, maka terancam juga budidaya rumput laut yang dikembangkan masyarakat di Jenebora, Maridan, di Penajam Paser Utara PPU). Lebih terancam lagi kelangsungan hidup nelayan dan perikanan, baik oleh nelayan Balikpapan atau pun nelayan warga (PPU).

“Itu bisa memicu konflik antara Penajam dan Balikpapan,” kata Jufri khawatir.

Hal itulah, jelas Jufri, mengapa para aktivis dari kedua daerah, Penajam dan Balikpapan bergabung menolak perluasan KIK di Balikpapan tersebut. Karena dampaknya akan dirasakan kedua wilayah juga.

“Jangan sampai nanti anak cucu kita menyalahkan kita karena kerusakan yang kita buat hari ini,” ujarnya.