“Bangunanya kan sudah ada tapi  kita akan permanen itu, tanah itu milik kelompok tani. Kita sebutnya pasar central buah dan sayuran. Nanti kita coba alokasikan anggaran buat permanen. Tentu kita tunggu proposalnya dari dinas pertanian,” kata Ketua DPRD Andi Burhanuddin Solong.

Keberadaan pasar sentral buah dan sayuran ini kata ABS nantinya bisa dijadikan bagian dari wisata buah dan sayuran bagi masyarakat Balikpapan dan luar Balikpapan. “Selain itu juga tentu ini agar masyarakat petani tidak menjual hasil kebunya di trotoar. Kita dukung penuh itu. Bahkan ini bisa dijadikan ajang wisata buah dan sayuran,” ujarnya.

Harga buah dan sayuran yang dijual tentunya akan miring sehingga membuat masyarakat tertarik untuk datang ke pasar sentral. Keberadaan ini juga nilai ABS akan membuat Lamaru dibanjiri masyarakat sehingga diharapkan dapat menambah kegiatan ekonomi masyarakat sekitar khususnya petani buah dan sayuran.

“Karena itu akan kita kembangkan model seperti ini di kawasan Karang Joang, Balikpapan Utara,” tandasnya.