Karpet mahal IranNewsBalikpapan –

Karpet yang satu ini bukan sembarang karpet. Meskipun tidak bisa terbang seperti halnya dongeng ‘Cerita 1001 Malam’ – nilainya sebagai salah satu benda mewah tidak perlu diragukan lagi.

“Karpet ini unik dari seni pembuatan, bahan bakunya dan kualitas produknya,” kata Baktiar, pengelola Al Wahhab Carpets di Gunung Sari Balikpapan, Ahad (24/1/2015).

Baktiar mengungkapkan karpet asli tenunan tangan para pengrajin karpet asal Iran. Para pengrajin yang memiliki keterampilan khusus meluangkan waktu berbulan bulan membuat karpet yang seluruhnya berbahan baku sutra.

“Paling cepat waktu pembuatan karpet buatan tangan adalah setahun menghasilkan satu karpet,” ungkapnya.

Karpet produksi Iran memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki negara lain dari segi seni lukisannya. Iran sudah terkenal akan kehandalan para seniman karpet diantara negara lain di Timur Tengah.

“Produk karpet buatan tangan Iran yang paling bagus,” tutur Baktiar.

Toko Al Wahhab Carpets juga menyimpan beberapa koleksi karpet buatan tangan seniman Iran bagi kalangan terbatas. Karpet karpet ini tidak sembarangan dalam proses penyimpanannya maupun pembersihannya yang butuh penanganan khusus.

“Ada karpet yang berusia 100 tahun hingga 200 tahun dengan harga makin mahal,” ungkapnya.

Baktiar mencontohkan karpet buatan seniman Iran Kesam Milani yang harganya kini sudah melambung di kisaran Rp 1 miliar. Sekilas, karpet ini tidak ada bedanya dengan karpet karpet lainnya yang berbahan baku wol maupun kapas.

Namun perbedaan terasa jelas kala  kita menyentuh secara langsung fisik karpet berbahan sutra yang terasa jauh lebih lembut maupun ringan dibandingkan karpet jenis lainnya. Seni lukisan karpetnya juga kental akan nuansa khas Timur Tengah dimana menjadi lokasi negara Iran.

“Bahkan karpet sutra lebih bisa tahan lama dibandingkan karpet berbahan wol sekalipun,” paparnya.

Karpet mewah seperti sudah lazim dimiliki para jutawan Indonesia yang mayoritas berasal dari koleksi Al Wahab. Para pecinta seni karpet biasanya sekedar memajang karpet kesayangannya di suatu tempat pribadi keluarganya.

Al Wahhab memiliki koleksi karpet karpet kelas dunia asli dari Iran, Turki, Arab, Pakistan, India, Kashmir, Afganistan dan sejumlah negara dari Asia Tengah lainnya.  Koleksinya adalah produk impor yang berbeda dibandingkan karpet kebanyakan. Karpet miliknya diproduksi menggunakan bahan dasar benang sutra dan bulu wol domba yang jarang kedapatan di Indonesia.

“Cabang di Balikpapan baru berdiri dua minggu ini, sebelumnya toko serupa sudah ada di Samarinda, Makassar, Denpasar, Jakarta dan masih banyak lainnya,” tuturnya.

Baktiar juga menyampaikan beberapa produk karpet lainnya adalah buatan mesin yang tetap menjaga kualitas produknya. Produk karpet buatan mesin ini biasanya mempergunakan bahan dasar bulu wol yang dilepas dikisaran harga Rp 1 juta hingga Rp 30 juta.

“Tergantung kualitas, ukuran dan asal produk buatannya,” paparnya. ADV