Yacht Colona II PhilipinaNewsBalikpapan –

Pangkalan TNI AL Balikpapan Kalimantan Timur akhirnya melepas Kapal Yacht Colona II yang ditahan karena tanpa izin clearance and approval for Indonesian territory (CAIT). Kapal asing berbendera Philipina dikawal KRI Layang 635 keluar wilayah perairan Indonesia.

“Kami kawal keluar wilayah Indonesia dengan rute Teluk Balikpapan – Selat Makassar hingga perbatasan di Tarakan,” kata Komandan Pos TNI Al Kampung Baru Balikpapan, Letnan Satu Sarjono, Rabu (8/4).

Sarjono mengatakan sudah ada perintah pelepasan kapal pesiar asing ini dari Komando Armada RI Wilayah Timur di Surabaya Jawa Timur. Kapal yacht yang diawaki  Karl Freddy (Norway),  David Blaine (USA) dan David Michael (USA) hanya diminta segera meninggalkan perairan Indonesia.

“Mereka keluar wilayah Indonesia menempuh rute Alki (Alur Laut Kepulauan Indonesia) II,” paparnya.

Kapal yacht ini, kata Sarjono terpaksa memasuki wilayah perairan laut Indonesia rute Thailand – Malaysia – Philipina. Dia menyebutkan kapal asing ini terancam badai perairan Laut China Selatan.

“Hukum laut internasional memang memperbolehkan kapal asing memasuki wilayah Negara lain saat kondisi luar biasa,” ujarnya.

Namun demikian, TNI AL Balikpapan memang sempat menahan kapal yacht beserta penumpangnya ini selama tiga hari. Para warga asing ini tidak diperkenankan setapakpun menginjakan kaki di daratan Balikpapan.

“Kami yang mengurusi semua keperluan makan dan minum mereka. Untungnya mereka menggemari masakan Indonesia sehingga tidak terlalu merepotkan,” ungkap Sarjono.

Peristiwa penahanan kapal yacht asing sudah kali ketiga ini dilakukan TNI AL Balikpapan. Sebelumnya, TNI AL Balikpapan sempat menahan dua kapal yacht asing berbendera Australia dan Hongkong yang kedapatan memasuki perairan Indonesia.

“Saat ini mereka adalah rombongan peserta Sail Komodo yang juga tidak mengantongi izin CAIT,” tutur Sarjono.

Pangkalan TNI AL Balikpapan menahan Kapal Yacht Colona II, Sabtu (4/4) lalu. Kapal ini dianggap tidak mengantongi izin CAIT atau pelintasan wilayah di perairan Indonesia.

“Kami tahan di Pos AL Kampung Baru,” kata Humas Pangkalan TNI AL Balikpapan, Kapten Eko Dwi saat dihubungi, Sabtu (4/4).

Eko mengatakan penangkapan dilakukan saat kapal pesiar ini berlabuh di Kampung Baru Balikpapan guna pengisian air tawar dan makanan. Kapal berlayar dari Malaysia dengan tujuan Philipina  berawakan tiga orang terdiri Kapten, Karl Freddy (Norway),  David Blaine (USA) dan David Michael (USA).

Pos AL di Kampung Baru Balikpapan memeriksa keterangan awak sekaligus muatan  kapal yacht ini. Baru baru ini, TNI AL Balikpapan akan melakukan pengusiran kapal yacht ini keluar dari wilayah perairan laut Indonesia. SG WIBISONO