“Setahu saya biasanya mereka menunda dan meminta waktu sampai turun dana APBD Kota. Selain itu kepala dinas maupun kepala satuan juga bikin surat jaminan dan pernyataan siap membayar tunggakan itu,” imbuhnya, tanpa menyebut kantor instansi yang kerap menunggak itu.

Selain kantor instansi kata Gazali, masyarakat juga banyak yang menunggak membayar tagihan rekening PDAM. Meski begitu PDAM kata Gazali, juga siap memberi keringanan diangsur asalkan ada surat pernyataan siap melunasi.

“Bisa juga dicicil, tapi liat dulu alasannya,misalnya kondisi ekonominya dan bukan karena kelalaian, kebanyakan tuh bocor dalam rumah dia tidak tahu, yang biasanya bayar cuma Rp100 ribu melonjak jadi Rp500 ribu dan gak mungkin juga kita memaksakan,” bebernya.