MangroveBalikpapan –

Provinsi Kalimantan Timur mengklaim sudah menanam sedikitnya 67 juta pohon sejak 2010 hingga sekarang. Jumlah ini jauh melampaui target semula yang hanya dipatok sebanyak 17,8 juta pohon.

“Tepatnya sudah ditanam 67.768.093 pohon dari target 17.842.900 pohon,” papar Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim Indra Riza Riadi, Rabu (6/2).

Pohon-pohon tersebut ditanam dari aksi One Man Five Trees (OMFIT) dan banyak kegiatan menanam pohon lainnya, termasuk Gerakan 1 Miliar Pohon yang dicanangkan Presiden SBY akhir tahun lalu.

Berkenaan dengan hal tersebut, termasuk dalam jumlah 67 juta pohon tadi adalah 12 juta pohon mangrove yang sudah ditanam dalam gerakan penyelamatan Delta Mahakam, di pesisir timur Kalimantan Timur yang dimulai setahun yang lalu.

Di delta tersebut, yang melingkupi 4 kecamatan dalam Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu Anggana, Sangasanga, Muara Jawa, dan Samboja, lahan basah mangrove membentang seluas 108.125 hektare.

Namun demikian, 91.906 hektare kawasan itu rusak karena berbagai aktivitas manusia, baik pertambangan, perikanan, hingga perumahan.

“Kami bersama masyarakat di sini sudah berhasil memperbaiki sekurangya 24 persen dari 91 ribu hektare tersebut, atau 22 ribu hektare sudah kami hijaukan kembali dengan pohon-pohon mangrove,” kata Kusuma Adinugroho, Kepala Division Sustainable Development dan Social Relations Total E&P Indonesie.

Total melibatkan para petambak, pemuda karang taruna, dan berbagai eleman masyarakat lain untuk menanam pohon-pohon bakau itu. Delta Mahakam adalah adalah operasi Total selaku perusahaan kontraktor bagi hasil migas dengan pemerintah Indonesia. Menanam pohon adalah bagian dari Community Social Responsibility (CSR) perusahaan multinasional ini.

Untuk penanaman akhir pekan lalu, Total menyediakan 10.000 bibit untuk ditanam tidak kurang dari 2.000 hadirin yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat.

“Ada pelajar, Pramuka, TNI, Polri, karang taruna, kelompok tani, termasuk juga Pak Gubernur dan jajarannya. Semua turun menanam pohon,” kata Kusuma.

Meski sempat terhambat air pasang, namun dengan mengakhirkan acara penanaman dan mendahulukan makan siang, penanaman dapat berlangsung lancar kemudian.