Kabid Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigarsi (Dissnakertrans) Kaltim Nathar Lumban Gaol mengakui jumlah tenaga kerja di Kaltim saat tidak cukup untuk mengolah seluruh lahan pertanian yang ada. 

Karena itu kata Nathan pemeriantah daerah sudah melakukan kerjasama dengan daerah lain untuk mendatangkan transmigran. “Kami sudah melakukan kesepakatan dengan beberapa daerah di luar Kalimantan untuk mendatangkan transmigran ke Kaltim,”ujarnya.

Jawa Timur sudah berkomitmen untuk mengirim sekitar 200 kepala keluarga setiap tahunnya untuk dikirim dalam program transmigrasi. Nantinya, tambah Nathar, ada 600 kepala keluarga yang akan masuk ke Kaltim dalam rangka mendukung pensuksesan program itu hingga akhir 2014.

Menurutnya, dalam kesepakatan dengan Jawa Timur, ada mekanisme pembagian pembiayaan daerah selain pusat untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur transmigran. Ini sebagai upaya untuk menekan jumlah transmigran yang tidak betah dan kemudian menjual lahan yang telah diterima di lokasi transmigrasi.

Pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas umum, rumah ibadah serta fasilitas pendidikan menjadi prioritas bagi warga transmigran tersebut. Nantinya setelah ada kesepakatan, transmigrasi dari dua daerah tersebut bisa dikirim ke daerah yang ada.

“Kami menargetkan sampai akhir tahun 2012 ada 2.000 kepala keluarga yang mendiami lahan transmigrasi yang diperuntukkan untuk pengembangan rice estatetersebut

Senada, Kepala Bulog Drive Kaltim Abdul Nadjid mengatakan Kaltim mengalami kekurangan tenaga kerja untuk melakukan pemanenan padi sehingga harus mendatangkan tenaga kerja dari Pulau Jawa.

Abdul Nadjid mengungkapkan identifikasi itu terbukti ketika pihaknya melakukan  dialog bersama warga PPU yang menjadi sentra produksi beras di Kaltim. “Mereka [petani] mengakui harus mendatangkan pekerja dari Pulau Jawa untuk membantu panen padi,” ujarnya.

Salah satu daerah yang juga merupakan lumbung padi di Kaltim yakni Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) salah satu daerah yang kekurangan tenaga. Di PPU Masa panen padi biasanya dilakukan setiap 3 bulan 10 hari. Karena kekurangan tenaga kerja itu, petani PPU memanen padi yang berumur 4 bulan.